Cerita di Balik Tragedi Ledakan Bom Surabaya

Sejumlah korban berjatuhan akibat peristiwa ledakan bom yang terjadi di beberapa gereja di Surabaya pada Minggu (13/5/2018). Begini kisah beberapa korban bom Surabaya.

Cerita di Balik Tragedi Ledakan Bom Surabaya
Kisah korban di balik bom di Surabaya. (Kompas.com)

Inibaru.id - Ledakan bom yang terjadi di tiga gereja di Surabaya pada Minggu (13/5/2018) mengakibatkan beberapa orang meninggal. Hingga Senin siang, Polri melaporkan ada 14 korban meninggal dan puluhan korban luka-luka. Di antara korban meninggal itu, terdapat cerita menyentuh yang dialami dua bocah kakak beradik dan seorang ayah muda yang sempat menghadang teroris.

Dua bocah kakak beradik itu adalah Nathanael (8) dan Vincensius Evan (11). Nathan menjadi korban ke-14 yang meninggal akibat ledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Ngagel, Surabaya. Nathan, panggilan akrabnya, menyusul sang kakak Evan yang lebih dahulu dinyatakan meninggal setelah menjalani operasi amputasi kaki.

Mengutip Kompas.com, Minggu (13/5), Nathanael dinyatakan meninggal tim Manajemen Rumah Sakit Bedah Surabaya, Jalan Manyar, Minggu (13/5) sekitar pukul 20.12 WIB.

“Kabar duka, baru saja korban bom atas nama Nathanael dinyatakan meninggal dunia pukul 20.12 setelah menjalani operasi. Teriring doa untuk korban dan keluarga yang berduka,” tulis Manajemen RS Bedah Surabaya.

Nathanael (kiri) dan Evan (kanan) menjadi korban meninggal dalam tragedi ledakan bom di Surabaya. (Tribunnews.com)

Menurut Direktur RS Bedah Surabaya dr Priyanto Swasono, pasca operasi amputasi kaki sebelah kanan, tekanan darah Nathan drop.

“Dia banyak kehilangan darah akibat luka-lukanya sehingga tekanan darahnya drop,” ujar dr Priyanto.

Selain Nathanael, korban yang lebih dulu meninggal di tempat kejadian adalah Aloysius Bayu Rendra Wardhana. Saat kejadian, Bayu bertugas sebagai relawan keamanan yang menjaga Gereja Santa Maria Tak Bercela, Ngagel, Surabaya. Beberapa saksi mengatakan, Bayu sempat melakukan aksi heroik karena telah menghadang pelaku pengeboman di depan gereja.

Tempo.co, Senin (14/5), menulis, aksi heroik Bayu terekam kamera CCTV. Dalam rekaman tersebut, terlihat dua orang laki-laki mengendarai motor mencoba masuk ke gereja. Melihat orang yang mencurigakan, Bayu Rendra tampak berusaha mencegah menghentikan laju motor tersebut. Namun nahas, bom seketika meledak dan menghancurkan tubuhnya saat dia hendak menghadang kedua lelaki itu.

Aloysius Bayu Rendra Wardhana, sosok hero yang mencegah banyaknya korban jatuh dalam trgaedi ledakan bom. (Tempo.co)

Kini, Bayu meninggalkan seorang istri dan anak yang masih bayi. 

Turut berbela sungkawa atas semua orang yang menjadi korban peristiwa ledakan bom di Surabaya. Semoga keluarga korban yang ditinggalkan diberi ketabahan. (IB12/E04)