Kisah Miris Sanjoto, Veteran Semarang Tempati Rumah yang Tak Jelas Statusnya

Kisah Miris Sanjoto, Veteran Semarang Tempati Rumah yang Tak Jelas Statusnya
Sanjoto saat dikunjungi Ganjar. (Ayo Semarang)

Komandan Sanjoto, veteran asal Kota Semarang kini menempati rumah yang kurang layak serta nggak jelas statusnya. Beruntungnya, kisahnya didengar oleh Gunernur Jawa Tengah sehingga akan diberi bantuan.

Inibaru.id – Di momen peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-75, masih ada kisah miris yang menyelimuti para mantan pejuang kemerdekaan. Adalah seorang veteran di Kota Semarang bernama Sanjoto yang kini menjalani kehidupan jauh dari kata layak. Selama bertahun-tahun, dirinya tinggal bersama keluarganya di sebuah rumah yang nggak jelas statusnya.

Rumah yang terletak di Jalan  Belimbing tersebut memang tampak bertembok, namun sering bocor saat hujan datang. Beberapa bagian atap juga sudah ambrol dan temboknya retak.

Meski sudah nggak layak, ternyata rumah tersebut menyimpan sejarah lo. Menurut Sanjoto, rumahnya tersebut adalah tempat persinggahan petinggi Partai Komunis Indonesia (PKI), DN Aidit. Sanjoto pernah mendapatkan perintah untuk menggerebek DN Aidit di rumah tersebut.

Sanjoto tinggal di rumah dengan tembok yang retak. (Okezone)
Sanjoto tinggal di rumah dengan tembok yang retak. (Okezone)

Sayangnya lelaki 90 tahun ini nggak menemukan pentolan PKI tersebut. Dia juga menerangkan kondisi rumah saat itu sudah rusak parah dan terdapat peta di dinding  yang ditujukan bagi pengikut Aidit untuk kabur.

“Setelah itu, saya kan tinggal di hotel. Karena saya perwira, jadi tinggal di hotel. Komandan saya kemudian memberikan rumah itu kepada saya. Rumahnya rusak parah, kemudian saya dandani dan tempati sejak tahun 1969,” jelas Sanjoto.

Yang bikin miris, status kepemilikian rumah tersebut sampai saat ini belum jelas. Sanjoto mengaku sempat mengurus ha katas rumah itu sejak 2004, namun belum membuahkan hasil hingga saat ini.

“Saya hanya ingin, rumah ini menjadi tempat berlindung saya menikmati masa tua bersama keluarga,” harapnya.

Beruntung, Sanjoto mendapat kunjungan dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada Rabu (19/8). Dirinya juga memperlihatkan foto-foto masa mudanya saat mengawal presiden Soekarno hingga jenderal Soedirman.

Rumah Sanjoto pernah jadi tempat persinggahan DN Aidit. (Grid ID)
Rumah Sanjoto pernah jadi tempat persinggahan DN Aidit. (Grid ID)

Melihat hal tersebut, Ganjar lantas memerintahkan pada Lurah dan Camat yang kala itu tur hadir untuk membantu mengurus.

“Beliau termasuk orang hebat, masih sehat dan sampai hari ini bisa menceritakan kisah perjuangannya saat gerilya melawan penjajah. Beliau juga menjadi pengawal bersama Jenderal Achmad Yani dan pernah mengawal Bung karno. Kalau kita ingin mendengarkan cerita sejarah yang dilakukan pelaku, beliau ini veteran yang langka saat ini,” papar Ganjar.

Ganjar berjanji akan membantu memperbaiki kondisi rumah tesebut sebagai wujud menghormati veteran perang.

“Saya rasa, setidaknya beginilah cara kita menghormati sesepuh-sesepuh kita. Dalam usia 75 tahun Indonesia Merdeka, saya rasa ini waktu yang tepat,” tambah Ganjar.

Semoga perhatian pemerintah pada para veteran nggak hanya pada saat Hari kemerdekaan saja ya, Millens! (Ayo/IB27/E05)