Kisah Indekos Kramat Jaya Hingga Jadi Tempat Lahirnya Sumpah Pemuda

Kisah Indekos Kramat Jaya Hingga Jadi Tempat Lahirnya Sumpah Pemuda
Museum Sumpah Pemuda. (Liputan6/Faizal Fanani)

Kamu pasti nggak nyangka kalau rumah tempat lahirnya Sumpah Pemuda dulunya adalah indekos! Seperti apa sih sejarah dari rumah yang kini jadi museum ini?

Inibaru.id – Berbicara Sumpah Pemuda, apa sih hal yang pertama kali biasanya terpikirkan? Isi, tanggal, atau berkumandangnya Indonesia Raya untuk pertama kali? Tapi sudah tau belum kisah di balik lokasi berlangsungnya Sumpah Pemuda?

28 Oktober 1928, puluhan pemuda dari berbagai daerah berkumpul untuk mengikuti Kongres Pemuda II. Di rumah yang berlokasi di Jalan Kramat Raya 106 Jakarta, mereka bergulat gagasan hingga melahirkan Sumpah Pemuda.

Historia menyebut rumah yang saat itu milik Sie Kong Liang tersebut merupakan indekos untuk mahasiswa. Hanya saja, yang menyewa kamar di tempat kos ini bukan mahasiswa biasa lo. Mohammad Yamin dan A.K. Gani adalah segelintir dari beberapa tokoh nasional yang sempat tinggal di tempat tersebut.

Awalnya, kebanyakan mahasiswa yang indekos di rumah ini adalah pemuda Jong Java. Baru lah pada tahun 1927, pemuda dari daerah lain dan berbagai macam perguruan tinggi mulai meramaikan rumah tersebut.

Di rumah ini lah para mahasiswa mendiskusikan banyak hal, termasuk sosial, politik, hingga pergerakan nasional. Pada tahun 1928, para mahasiswa ini kemudian membentuk Indonesische Clubgebouw atau Indonesische Clubhuis di indekos ini.

Pekumpulan mahasiswa ini lah yang kemudian menginisiasi Kongres Pemuda II. Kongres ini dianggap sebagai salah satu fase penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Setelah Indonesia merdeka, rumah ini sempat mengalami pergantian pemilik beberapa kali. Hanya saja, karena dianggap sebagai tempat dengan nilai sejarah yang tinggi, rumah ini kemudian dijadikan cagar budaya dan kini menjadi Museum Sumpah Pemuda.

Kamu sudah pernah berkunjung ke museum ini belum, Millens? (IB09/E06)