Kisah Bimo, Pemuda 22 Tahun Berbobot 250 Kilogram Asal Semarang

Berat badan yang mencapai 250 kg membuat Bimo kesulitan beraktivitas sehari-hari. Bahkan, di pusarnya keluar darah.

Kisah Bimo, Pemuda 22 Tahun Berbobot 250 Kilogram Asal Semarang
Bimo. (Antara/ Aji Setyawan)

Inibaru.id – Kasus obesitas kembali terkuak di Indonesia, kali ini dari Kota Semarang. Seorang pemuda berusia 22 tahun bernama Bimo Putro Prakoso, warga Jl Rejosari II, Kecamatan Semarang Timur, dikabarkan mengalami kelebihan berat badan hingga 250 kilogram. Seperti apa kondisinya?

Radarsemarang (14/2/2019) menulis, lantaran berat badannya yang jauh dari ideal, Bimo mengaku kesulitan berdiri atau berjalan jauh. Bahkan, untuk bernapas dengan lega saja tak mudah baginya.

Bimo mengaku, kelebihan berat badan yang menimpa dirinya disebabkan karena dia tak bisa mengontrol makanan yang dikonsumsinya.

Sementara, ibunda Bimo, Wiwik Widowati, mengatakan, laiknya kebanyakan anak, buah hatinya tumbuh normal. Namun, pada Kelas 3 SD, tubuhnya mulai tampak lebih tinggi dan besar dibanding anak seusianya.

Wiwik menerangkan, saat diperiksakan ke dokter, Bimo didiagnosis menderita kelainan hormon.

“Ya, tubuh besar yang tak terkendali itu karena kelainan hormon,” ujarnya.

Kendati demikian, Wiwik berkisah, anaknya masih bisa melakukan aktivitas sehari-hari dengan tubuh yang kian menggemuk tersebut. Bimo bahkan mampu menyelesaikan pendidikan hingga SMA.

Sayang, Bimo tidak mampu mencari perguruan tinggi dengan fasilitas yang sesuai dengan kondisinya, semisal lift yang bisa membantunya naik ke lantai yang lebih tinggi atau tempat duduk yang muat bagi badannya.

Makan 6 kali sehari

Bimo mengaku sering bermain gawai demi mengatasi rasa bosan karena hanya tinggal di rumah. Meski terlihat tidak produktif, hal ini dianggap lebih baik daripada terus ngemil.

“Kalau nggak ngapa-ngapain saya pasti pengin ngemil. Mending main HP saja jadi lupa makan,” ungkap Bimo.

Porsi makan Bimo sebenarnya wajar, tapi frekuensinya saja yang lebih banyak. Dalam sehari, Bimo bisa makan hingga enam kali. Dia juga kesulitan mengendalikan keinginan ngemil.

Saat ini, selain kelebihan berat badan, Bimo kini juga mengalami masalah asam lambung. Bahkan, terkadang pusarnya keluar darah lantaran penyakit tersebut.

“Saya disarankan dokter untuk menjalani operasi penyempitan lambung. Namun, karena biayanya mahal, keluarga tidak bisa menyanggupinya,” tandas Bimo.

Duh, sabar ya, Bimo. Semoga ada solusi untuk masalah kesehatan yang menimpamu, ya! (IB09/E03)