Kiprah Mumpuni Najwa Shihab

Kiprah Mumpuni Najwa Shihab
najwa shihab mulai di kenal (foto:images about #pembawaberita)

inibaru.id-Keberadaan pembawa acara dalam sebuah progam televisi merupakan salah satu magnet tersendiri bagi penikmatnya. Kemampuan seorang pemandu acara dalam membawakan sebuah program, berpengaruh terhadap kesuksesan sebuah acara.  Bahkan suatu progam acara dapat memperoleh rating tinggi karena kecakapan seorang pembawa acara dalam mengendalikan acaranya tersebut.

Tidak sedikit orang memilih program informasi pada salah satu televisi tertentu karena alasan pembawa acaranya. Kredibilitas presenter dapat menjadi aset penting suatu stasiun televisi.

Berpenampilan menarik, cerdas dan memiliki segudang prestasi merupakan perpaduan sempurna bagi pembawa berita di salah satu program televisi. Hal-hal itulah yang dimiliki oleh Najwa Shihab, salah seorang pembawa berita dalam stasiun televisi swasta Metro TV.

Nama Najwa Shihab ini mulai dikenal pasca ia membawakan sebuah acara yaitu Mata Najwa di Metro TV. Mata Najwa merupakan salah seorang putri mantan Menteri Agama Indonesia tahun 1998 yakni Quraish Shihab yang juga seorang ulama besar di Indonesia.

Pembawa acara yang akrab dipanggil “Nana’’ ini memulai karirnya menjadi pemandu acara disebuah stasiun televisi swasta RCTI. Kemudian di tahun 2001 dia memutuskan bergabung dengan Metro TV. Alasannya dia merasa disana minatnya dibidang jurnalistik dapat terjawab dengan baik.

Menjalani karir sebagai pembawa acara Najwa Shihab tak lantas menyia-nyiakan kesempatannya begitu saja. Tercatat berbagai penghargaan telah dinobatkan padanya. Prestasi pertama yang ia raih yaitu penghargaan dari PWI Jaya dan PWI Pusat tahun 2005 atas laporannya terkait bencana Tsunami Aceh yang sempat ditayangkan pula oleh Metro TV tahun 2004 lalu.

Di tengah tragedi yang menimpa Aceh waktu itu, Najwa tanpa ragu datang dan melaporkan langsung dari tempat kejadian bencana. Liputan dan laporan yang dia lakukan dinilai telah memberikan andil yang besar dalam membangun rasa empati masyarakat luas atas terjadinya tragedi tersebut.

Penghargaan

Tahun 2006 Najwa kembali mendapat kesempatan untuk menjadi nominasi Pembaca Berita Terfavorit pada Penghargaan Panasonic Gobel Award sekaligus mendapat penghargaan menjadi Jurnalis terbaik di Metro TV. Tahun-tahun berikutnya Najwa hanya masuk sebagai nominasi Pembaca Berita Favorit dan Informasi di ajang penghargaan Panasonic Gobel Award. Hingga baru pada 2015 Najwa berkesempatan untuk memboyong piala Panasonic Gobel Award dengan nominasi yang sama.

Prestasi perempuan kelahiran Makassar ini tak hanya diakui di kancah Nasional. Beberapa penghargaan bergengsi tingkat Asia juga pernah diraihnya. Diantaranya yaitu Asian Television Awards untuk kategori Best Current Affairs atau Talkshowpresenter tahun 2007 di Singpura.

Ketegasan dan penggunaan bahasa yang lugas menjadi ciri khas presenter lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini dalam membawakan acaranya. Belakangan performa Najwa diuji kembali dalam dengan Debat Pilkada DKI 2017 putaran kedua yang diselenggarakan oleh salah satu progam yang ia pegang yaitu Mata Najwa. Sebelumnya ia pernah memandu debat kandidat Gubenur DKI Jakarta tahun 2010. Debat yang mempertemukan pasangan Fauzi Bowo-Priyanto dan Adang Darajatun-Dani Anwar oleh KPU DKI Jakarta yang disiarkan langsung oleh Metro TV dan Jak TV.

Kedua debat yang dipandu olehnya berjalan sangat apik dan membekas dalam ingatan masyarakat. Tidak hanya ketika debat, netralitas dan kecakapan Najwa selalu tampak dalam tiap episode Mata Najwa acara yang dipandunya.

Tak berhenti di situ, Nana kembali menorehkan prestasinya dalam bentuk buku dengan judul Catatan Najwa. Catatan Najwa berisi refleksi Najwa Shihab terkait isu yang dibahas di program Mata Najwa. Dengan gaya rima yang khas, Catatan Najwa menggelitik dengan sindiran, menohok tajam, kadang seperti ajakan merenung. Itulah narasi-narasi terbaik Mata Najwa yang akan terus relevan dibaca kapan pun.

Sosok Najwa Shihab tidak dapat dipandang sebelah mata. Dari kecakapan, kecerdasan dan ketegasan dalam memandu acara menunjukkan bahwa masih ada tayangan yang layak untuk ditonton. Selain itu kiprah dan prestasi Najwa dalam bidangnya dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas. (NA)