Kini, TKA Difasilitasi Belajar Bahasa Indonesia

Tenaga Kerja Asing (TKA) diwajibkan bisa berbahasa Indonesia untuk keperluan komunikasi sehari-hari. Sebab itu, kini TKA difasilitasi belajar bahasa Indonesia.

Kini, TKA Difasilitasi Belajar Bahasa Indonesia
Kebijakan untuk tenaga kerja asing. (Indoprogress.com)

Inibaru.id – Isu Tenaga Kerja Asing (TKA) ramai bergulir di masyarakat beberapa pekan terakhir. Ini karena masyarakat khawatir akan serbuan TKA yang datang ke Indonesia. Masyarakat merasa resah bila TKA menginvasi semua sektor pekerjaan baik pekerjaan level tinggi maupun rendah. Namun, pemerintah memiliki sudut pandang lain mengenai hal tersebut, akhirnya pemerintah mengeluarkan kebijakan baru mengenai TKA.

Eits, ada satu hal yang perlu diingat bila TKA memang menyerbu Indonesia nih, Millens. Yap, mengenai aturan berbahasa TKA. Berdasarkan pasal 33 UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan, semua TKA yang bekerja di Indonesia wajib menguasai bahasa Indonesia. Dalam pasal tersebut tertera, bahasa Indonesia wajib digunakan dalam komunikasi resmi di lingkungan kerja pemerintah maupun swasta.

Hal itu selama ini masih luput dari pengawasan pemerintah maupun masyarakat, lo. Terbukti, ada beberapa TKA yang tidak menguasai bahasa Indonesia meski sudah tinggal di Indonesia selama bertahun-tahun. Duh duh duh!

Melihat kondisi tersebut, Presiden melalui Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunan Tenaga Kerja Asing mengingatkan kembali pentingnya penguasaan bahasa Indonesia bagi TKA. Dalam pasal 26 ayat 1c Perpres tersebut, perusahaan diminta untuk memfasilitasi pendidikan dan pelatihan bahasa Indonesia bagi TKA yang dipekerjakan.

Ketua Afiliasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (APPBIPA) Jawa Tengah Yusro Edy Nugroho menyambut positif keputusan ini.

“Kebijakan itu menurut saya positif. Ini satu langkah ke depan dari pemerintah untuk menggalakkan kembali kewajiban bahasa Indonesia bagi TKA. Kita saja kalau mau bekerja di Jepang harus bisa berbahasa Jepang kok,” ujar Yusro saat ditemui dalam acara Pelatihan Pengajar BIPA tingkat pemula di Universitas Negeri Semarang, Kamis (10/5/2018).

Yusro juga mengatakan, kemampuan bahasa Indonesia itu berfungsi sebagai survival language bagi TKA untuk komunikasi sehari-hari. Selain itu, dengan kemampuan bahasa Indonesia yang dimiliki TKA, pemerintah dapat menyaring TKA mana yang mempunyai kualifikasi tinggi. Perusahan juga bisa lega, lo, karena bekal tersebut dapat menjaga hubungan baik TKA dengan pekerja lainnya.

Lebih dari itu, Yusro menambahkan, visi pemerintah untuk memartabatkan bahasa Indonesia juga bisa dicapai melalui cara ini.

Nggak hanya pelatihan, TKA juga semestinya melalui tes bahasa Indonesia bagi penutur asing. Hasil tes tersebut dapat digunakan sebagai alat ukur kemampuan berbahasa Indonesia TKA

“Kalau hanya pelatihan, kita nggak punya alat ukur. Nah, makanya TKA itu perlu tes kemahiran berbahasa Indonesia,” ungkap laki-laki yang berprofesi sebagai dosen BIPA Universitas Negeri Semarang itu.

Selama ini, Pemerintah Jawa Tengah telah memberlakukan persyaratan tes kemahiran berbahasa Indonesia bagi TKA untuk pengajuan perpanjangan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). Universitas Negeri Semarang (Unnes) menjadi salah satu penyelenggara tes bahasa Indonesia bagi TKA. Jadi, Unnes sebagai LPTK berkesempatan untuk memberikan pelatihan bagi TKA nih, Millens.

Wah, dengan kebijakan ini, penutur bahasa Indonesia semakin banyak ya. (IB04/E04)