Kini, Kamu Bisa Dapat Uang Digital dengan Buang Air Besar, Lo

Kini, Kamu Bisa Dapat Uang Digital dengan Buang Air Besar, Lo
Ilustrasi: Kini kamu bisa dapatkan uang digital hanya dengan buang air besar. Di mana ya kamu bisa melakukannya? (Flickr/ Wang Creck)

Di Korea Selatan, ada toilet cerdas yang membuatmu bisa dapat uang digital hanya dengan buang air besar. Di mana sih lokasi kamu bisa melakukan hal yang asyik ini?

Inibaru.id – Seperti mimpi saja, ya Millens. Kini, kamu bisa dapat uang digital hanya dengan buang air besar. Padahal, buang air besar adalah kegiatan rutin harian yang biasanya nggak memberikan keuntungan apa-apa selain tubuh yang sehat dan lega. Lantas, kok bisa ya buang air besar sampai bisa memberikan keuntungan ini?

Kalau kamu pikir hal ini bisa dilakukan di Indonesia, sayangnya harapan kamu belum bisa terkabulkan, Millens. Hal ini hanya bisa dilakukan di Korea Selatan, tepatnya di kampus UNIST Ulsan. Di universitas ini, ada toilet cerdas dengan sebutan Ggool. Usai kamu buang air besar di sana, bakal dapat uang digital yang bisa kamu gunakan untuk membeli kopi.

UNIST ini adalah Institut Sains dan Teknologi Nasional. Yang bikin inovasi unik ini adalah Profesor Teknik Perkotaan dan Lingkungan bernama Cho Jaeweon. Dia terpikir untuk membuat kotoran manusia jadi barang yang berarti, nggak hanya limbah yang asal dibuang saja.

Nah, teknologi toilet cerdas ini bisa mengubah kotoran manusia jadi energi listrik. Nah, lalu, energi listrik ini bisa dijual dan dijadikan uang digital dengan satuan Ggool. Ironisnya, arti dari kata Ggool di Bahasa Korea ini sebenarnya adalah madu. Jauh banget ya dari kotoran manusia.

Cho sudah mengembangkan teknologi unik ini sejak 2015 lalu. Namun, teknologinya baru benar-benar dilirik usai uang digital makin populer di seluruh dunia. Lucunya, di berbagai media internasional, mata uang digital yang diciptakan dari toilet cerdas ini dijuluki dengan “shitcoin”.

Lokasi gedung di kampus UNIST yang berupa toilet cerdas dan mesin yang bisa mengubahnya jadi energi listrik terbarukan. (Vice/Science Walden)
Lokasi gedung di kampus UNIST yang berupa toilet cerdas dan mesin yang bisa mengubahnya jadi energi listrik terbarukan. (Vice/Science Walden)

Nah, demi memastikan teknologinya bisa berjalan, Cho membangun gedung dua lantai di kampus UNIST sejak 2018. Di gedung ini, ada toilet, penampung kotoran manusia, dan mesin yang bisa mengubah kotoran ini menjadi energi listrik terbarukan.

Toilet-toilet ini berjumlah 3 unit dan dinamai BeeVi yang merupakan kependekan dari Bee Vision. Penyimpanan kotoran manusianya ada di bawah tanah. Nantinya, kotoran ini dipecah jadi semacam gas metana yang bisa digunakan untuk energi yang menerangi sebuah kamar. Nah, sisa kotoran yang nggak jadi energi ini kemudian dijadikan pupuk kandang.

“Kita buang air besar rata-rata 500 gram sehari. Kalau dijadikan gas metana, bisa sampai 50 liter. Jumlahnya sama dengan listrik 0,5 kWh. Kalau digunakan bus listrik, bisa buat jalan 500 meter,” terang Cho.

Nah, sehabis buang air besar di toilet cerdas, penggunanya bisa mendapatkan uang digital sebanyak 10 Ggool. Di dalam kampus ada Ggool Market. Di sinilah uang digital ini bisa dipakai untuk membayar sejumlah hal di kafe, restoran, bar, atau klinik. Contohlah, kamu bisa kok membeli secangkir kopi, pisang, atau jeruk dengan uang digital ini.

Setidaknya, sudah ada 1.000 orang yang memakai uang digital Ggool ini. Kebanyakan sih mahasiswa dari kampus UNIST. Harapannya, bakal ada semakin banyak orang yang memakai teknologinya.

Wah, asyik ya Millens, bisa dapat uang digital dengan buang air besar. Patut dicoba di sini, nih. (Vic/IB09/E05)