Ketika Warga Ciptomulyo Menghentikan KA Gajayana

Rel renggang, warga sekitar segera "cancut taliwanda" dengan menghentikan kereta api yang hendak melintas. Aksi inspiratif dari Kota Malang.

Ketika Warga Ciptomulyo Menghentikan KA Gajayana
Petugas PT KAI memperbaiki rel yang merenggang. (surabayapost.net)

Inibaru.id -  Apa yang dilakukan beberapa warga di Kota Malang patut diapresiasi dan dijadikan inspirasi. Mereka menghentikan laju KA Gajayana yang hendak melintas lantaran ada rel yang patah. Bila nggak dihentikan, ada kemungkinan kereta bakal celaka.

Jawapos.com (12/12/2017) menulis, lebih dari lima orang termasuk ketua RT 14/RW 01, Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, menghentikan kereta api yang melaju dari arah selatan menuju utara, ke arah Stasiun Kota Malang, Selasa (12/12) pagi, sekitar pukul 07.00 WIB. Aksi tersebut dilakukan lantaran salah seorang warga mengetahui ada rel kereta api yang patah.

Patahan itu membuat rel merenggang sekitar 3 sentimeter. Warga beranggapan, perenggangan itu bakal mencelakakan kereta yang melintasi. Hal tersbeut ditegaskan Ketua RT Sutiono. Dia menambahkan, warga sudah mengetahui rel yang merenggang itu Senin (11/12/2017) malam.

Baca juga:
The Minions Jadi Pebulutangkis Terbaik BWF
Sudirman, Merpati yang Pulang Kandang

"Saya mendapatkan laporan dari warga bahwa ada rel kereta api renggang, setelah dicek, ternyata memang benar," ujarnya.

Aksi heroik menghentikan laju kereta api tersebut dilakukan dengan mengibar-ngibarkan bendera merah ketika jarak kereta dengan titik perenggangan masih cukup jauh.

Aksi berhasil dan kereta api dapat dihentikan, dengan jarak yang dalam perkiraan Sutiono sekitar 50 meter dari posisi mereka berdiri. 

"Kami membangunkan salah seorang warga yang bekerja di bagian ticketing Stasiun Kereta Api Kota Lama Malang, Roni. Roni kemudian menghubungi pihak stasiun dan satpamnya datang mengecek ke sini," beber laki-laki yang sudah 19 tahun menjadi Ketua RT 14 itu.

Nggak lama kemudian, tim perbaikan dan perawatan rel dari PT KAI datang ke lokasi. Mereka memasang pelat pada rel yang renggang tersebut. Sekitar 50 menit kereta api berhenti.

Oya Sobat Millens, menurut Sutiono, itu bukan aksi kali pertama warga. Mereka sudah beberapa kali melakukannya.

Baca juga:
Penerbit Buku SD yang Cantumkan Yerusalem Ibu Kota Israel Siap Meralat
Satir untuk Setnov yang Tidur di Persidangan

"Kami kan tinggal di tepi rel, jadi sudah seharusnya waspada dan menjaga agar tidak terjadi kecelakaan," tandasnya.

Yap, apa yang dilakukan Sutiono dan warga Ciptomulyo perlu dicontoh siapa pun yang tinggal di tepi jalur kereta api. Yang nggak tinggal di wilayah seperti itu? Ya, perlu melakukan hal serupa, paling nggak mengabarkan ke warga sekitar. (EBC/SA)