Ketika Separuh Tamu Undangan Terkubur Longsor di Purbalingga

Terjadi tiba-tiba, tanah longsor timbun separuh tamu undangan pengajian menjelang tasyakuran khitanan Sifaul Umam. Nasib nahas menimpa bocah tersebut beserta tiga orang lainnya yang tewas terjebak di kamar tidur di Purbalingga.

Ketika Separuh Tamu Undangan Terkubur Longsor di Purbalingga
Longsor di Purbalingga. (Okezone.com)

Inibaru.id – Musibah yang datang acap kali nggak mengenal mengenal waktu dan tempat. Salah satunya yang terjadi di RT 3 RW 4 Dusun Pule, Desa Jingkang, Kecamatan Karangjambu, Purbalingga, Kamis (22/2/2018). Acara pengajian menjelang pernikahan Pujianto dan tasyakuran khitanan Sifaul Umam harus terhenti karena longsor menimpa rumah mereka.

Longsor tersebut terjadi di rumah Solihin (45) pada pukul 21.00 WIB akibat hujan deras. Saat kejadian kondisi wilayah tersebut juga tengah mati listrik.

Seperti ditulis Kompas.com, Jumat (23/2/2018), menurut para saksi, peristiwa terjadi selang 10 menit setelah acara pengajian ditutup. Saat para tamu undangan masih bercengkerama dan menikmati hidangan, lampu rumah Solihin tiba-tiba padam. Dari arah belakang rumah kemudian terdengar suara gemuruh yang mengejutkan para tamu.

Hanya dalam beberapa detik, tebing tanah setinggi 15 meter di belakang rumah Solihin ambrol. Material tanah lumpur langsung meluluhlantakkan dinding rumah dan merangsek ke dalam seisi ruangan. Warga menjerit dalam kepanikan, sementara para korban yang terjebak di bawah longsoran berteriak meminta tolong bersahutan di tengah guyuran hujan malam itu.

Baca juga:
Longsor di Brebes Akibatkan Lima Orang Meninggal
Sempat Sindir Proyek Kereta Cepat Jokowi, Komikus Jepang Ini Minta Maaf

“Saya berhasil menyelamatkan diri, tapi separuh undangan yang lain tertimbun tanah dan tembok yang ambruk,” kata Damin (30) salah satu korban selamat.

Proses evakuasi langsung dilaksanakan saat itu juga dalam kondisi gelap dan hanya dibantu kilat cahaya petir. Para warga yang selamat berusaha menolong sanak dan tetangga mereka dengan menggunakan tangan kosong.

Kejadian longsor itu menyebabkan empat anak tewas, yaitu Sifaul Umam (8), Abdul Rouf (10), Al Karomi (7), dan Safangatun Isnain (4). Mereka terjebak dalam dua ruang kamar yang berbeda. Abdul Rouf ditemukan meninggal bersama Al Karomi, sedangkan Safangatun bersama Sifaul.

Selain bocah-bocah tersebut, korban terluka dialami enam orang, yakni Sahrudin (55), Sokhimun (38), Ruslan (25), Ojan (16), Sarif (35), dan Karsun (16) dilarikan ke rumah sakit. Longsor tersebut juga telah merobohkan rumah milik Solihin.

Bupati Purbalingga Tasdi menyempatkan diri hadir dalam proses pemakaman dan mengucapkan bela sungkawanya. Kedatangannya disambut isak tangis keluarga korban.

Tasdi juga menegaskan, rumah Solihin harus direlokasi ke tempat yang lebih aman. Rencananya, Pemkab akan menyewa lahan Perhutani seluas satu hektar untuk kawasan relokasi korban longsor. Lokasi itu sekaligus sebagai titik kumpul bagi warga bila terjadi kejadian luar biasa atau bencana alam.

Baca juga:
Baby Lobster Bernilai Ratusan Miliar Rupiah Gagal Diselundupkan
Film Unggulan Oscar Dituding Menjiplak

Sementara, Kepala Desa Jingkang Bambang Hermanto berjanji akan segera merelokasi dan membangun tempat tinggal sementara bagi keluarga korban. Bantuan logistik berupa bahan bangunan pun telah sampai atas bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga.

Saat ini, keluarga korban berada di Balai Desa Jingkang serta korban luka dirawat di Puskesmas Karangjambu dan Rumah Sakit Umum Daerah Goeteng Taroenadibrata.

Duh, miris mendengarnya, Millens. Kalau rumahmu berdekatan dengan lokasi longsor, bantulah mereka. Tenaga atau apapun yang bisa kamu sumbangkan, berikanlah, karena ini pasti bakal bermanfaat bagi mereka! (ANG/GIL)