Ketahuan, Diskotek sekaligus Pabrik Narkoba

Menyusul penutupan tempat hiburanmalam yang jadi tempat “pesta narkoba”, diskotek MG International Club digerebek. Nggak sekadar tempat pakai, diskotek itu juga jadi tempat produksi alias pabrik.

Ketahuan, Diskotek sekaligus Pabrik Narkoba
Alat drug test di Diskotek MG International Club di Tubagus Angke, Jakarta Barat, Senin (18/12/2017). (Kristianto Purnomo/Kompas.com)

Inibaru.id – Setelah kasus Alexis yang menghebohkan dan tentu saja viral banget, menyusul penutupan beberapa tempat hiburan malam di Jakarta, antara lain Stadium, Mille's, dan Diamond. Semuanya lantaran penyalahgunaan narkoba.

Kasus terbaru lebih dahsyat lagi. Tempat hiburan itu nggak semata jadi wahana pemakaian narkoba, namun juga jadi laboratorium alias tempat bikin narkoba. Wuh!

Ya, dilansir dari Kompas.com (19/12/2017), Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Polri menggerebek diskotek MG International Club di Jakarta Barat, Minggu (17/12/2017) dini hari. Di situ, mereka menemukan laboratorium pembuatan narkoba jenis sabu dan ekstasi cair yang disebut "vitamin" di tempat itu.

Baca juga:
Kisah Si Pemakan Listrik dari India
Tapir yang Nyasar ke Pemukiman Warga

Seturut penggerebekan dan penemuan laboratorium itu, Pemprov DKI langsung mencabut izin usaha diskotek tersebut, Senin (18/12/2017). Aturannya jelas, dalam Perda DKI Jakarta No 6 Tahun 2015 tentang Kepariwisataan disebutkan ketentuan soal pencabutan tanda daftar usaha pariwisata (TDUP) bagi perusahaan hiburan malam yang terbukti melakukan pembiaran terjadinya peredaran, penjualan, serta pemakaian narkoba dan atau zat adiktif sebanyak dua kali.

Kasus-kasus itu membuat Pemprov DKI Jakarta akan melakukan pengawasan ketat. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta Yani Wahyu menegaskan hal itu. Satuannya akan membentuk tim dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta untuk segera melakukan operasi ke tempat-tempat hiburan malam.

Tahukah kamu, mereka sudah punya daftar diskotek yang dicurigai menjadi tempat penyalahgunaan narkoba. Pengawasan terhadap diskotek yang dicurigai akan lebih ketat.  Adapun wilayah yang menjadi kawasan prioritas dalam pengawasan ini adalah Jakarta Barat. Ini wajar sebab selama ini diskotek yang ditutup karena kasus narkoba berada di Jakarta Barat.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berpesan kepada masyarakat untuk mewaspadai peredaran narkoba.

"Narkoba ini ada di sekitar kita, menghantui kita, dan tidak jauh dari tempat kita tinggal, tempat kita beraktivitas. Jadi, kita mesti waspada," ujar Sandi.

Baca juga:
Mawar untuk Oppa Jong Hyun
Ketika Melly Goeslaw Bertemu Anak-anak Palestina

Nah, Sobat Millens, kalau pergi ke tempat hiburan malam, kamu kudu ekstra waspada. Seperti dalam banyak kasus, ketergantungan narkoba selalu berawal dari bujuk rayu manis dan nggak kentara. Bisa jadi, semua dia mulai dari sekadar icip-icip.

Tentu seperti kata Pak Wagub Sandi, nggak hanya di tempat hiburan malam, narkoba mengincar kita di mana saja. Waspadalah, dan jangan coba-coba meski itu sekadar mencicip. (EBC/SA)