Kesultanan Selaco di Tasikmalaya, Diterima Warga, Diakui PBB
Pemimpin Kesultanan Selaco, Raden Rohidin Patra Kusumah (twitter.com/herman_lakbok)

Kesultanan Selaco di Tasikmalaya, Diterima Warga, Diakui PBB

Muncul lagi kesultanan di Indonesia. Kali ini, yang menghebohkan warganet adalah Kesultanan Selaco di Tasikmalaya. Menariknya, warga justru menerima keberadaan kesultanan ini, lho. Kok bisa?

Inibaru.id- Satu per satu kerajaan atau kesultanan bermunculan di Indonesia. Di Tasikmalaya, Jawa Barat, terdapat kesultanan Selaco atau Selacau Tunggul Rahayu yang sudah ada sejak 2004 silam. Seperti apa sih kesultanan ini?

Kompas, Senin (20/1/20) menulis, di dalam area Istana Kesultaan Selaco, terdapat bangunan dengan warna dominan hijau dengan ornamen berwarna emas. Terdapat juga prasasti dan beberapa makam para leluhur.

Kesultanan ini dipimpin oleh Raden Rohidin Patra Kusumah. Ia mendapatkan gelar Sultan Patra Kusumah dari warga Kampung Nagara Tengah, Desa Cibungur, Kecamatan Parung Ponteng, lokasi dari istana kesultanan ini. Rohidin mengklaim sebagai keturunan ke-9 dari Raja Surawisesa, salah satu raja Padjadjaran.

Wilayah dari kesultanan ini meliputi Tasikmalaya, Garut, Ciamis, serta Pangandaran bagian selatan. Menariknya, masyarakat nggak resah dengan klaim wilayah ini. Hal ini disebabkan oleh aktivitas kesultanan yang sama sekali nggak mengganggu kedaulatan NKRI.

Rohidin menyebut pada 2018 lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sudah mengeluarkan legalitas fakta sejarah yang isinya adalah mengakui Kesultanan Selaco sebagai warisan budaya dari Kerajaan Padjajaran di masa Raja Surawisesa. Legalitas ini berupa nomor warisan dan izin pemerintahan kultur, serta izin referensi keprajuritan.

“Kita ada yang namanya menteri luar negeri siapa orangnya, menteri kesejahteraan siapa. Sudah ada semuanya dan memiliki tugas masing-masing, tapi Kesultanan Selaco ini bukan negara di dalam negara,” tegas Rohidin.

Dia memastikan bahwa kesultanannya lebih mirip seperti yayasan dengan kabinet yang berfungsi sebagai kebutuhan kebudayaan saja.

“Kami dari kesultanan tentunya NKRI sebagai harga mati. Kami warga negara Indonesia. Kesultanan ini adalah upaya melestarikan budayanya saja karena kami sebagai penggiat budaya,” terangnya.

Jika kesultanan ingin menggelar acara seperti kirab budaya, Rohidin mengaku pihaknya akan segera melapor ke Koramil Atau Polsek setempat. Dia juga menyebut istana Kesultanan Selaco terbuka bagi siapa saja yang ingin berziarah ke makam leluhurnya atau belajar tentang sejarah kesultanan ini.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum juga memastikan Kesultanan Selaco nggak meresahkan masyarakat.

“Selacau itu kan sudah lama dan tidak buat keresahan masyarakat. Tidak mengganggu kenegaraan. Sah-sah saja,” ucapnya.

Jika munculnya kerajaan-kerajaan di berbagai daerah ini membuka berbagai sejarah tentang masa lalu, semoga jangan sampai disalahgunakan seperti kejadian kerajaan yang kemarin ya, Millens? (IB09/E06)