Keren, Bermodal Batok Kelapa, Pemuda Ini Raup Jutaan Rupiah

Keren, Bermodal Batok Kelapa, Pemuda Ini Raup Jutaan Rupiah
Batok kelapa bisa diubah menjadi briket berkualitas ekspor. (Flickr/Francis Chung)

Pemuda asal Karawang, Jawa Barat bernama Adi Gunardi mampu mengolah batok kelapa menjadi briket berkualitas ekspor bernilai jutaan Rupiah. Seperti apa ya kisahnya?

Inibaru.id - Siapa bilang barang bekas nggak bisa berguna kembali? Kalau jeli, kita bisa memanfaatkannya menjadi barang yang bernilai jual tinggi. Hal inilah yang diyakini pemuda dari Desa Sukapura, Karawang, Jawa Barat, bernama Adi Gunardi (31). Dengan jeli, dia bisa mengolah kembali batok kelapa nggak terpakai menjadi briket bernilai jutaan rupiah. Briket ini bahkan diekspor hingga ke luar negeri!

Yang luar biasa, Adi ternyata belajar mengolah briket secara otodidak. Sebelumnya, dia hanyalah pegawai relationship officer (RO) di sebuah bank. Adi kemudian ingin mengubah karier dan memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya.

Bermodalkan pengetahuan pernah menjadi distributor bahan karbon aktif di sejumlah perusahaan, Adi pun mencari informasi tentang pembuatan briket organik dan mantap membuatnya dengan bahan arang tempurung kelapa.

Briket buatan Adi berkualitas tinggi dan sesuai standar Eropa. (Kompas/Farida)<br>
Briket buatan Adi berkualitas tinggi dan sesuai standar Eropa. (Kompas/Farida)

Internet memang menjadi sumber Adi dalam membuat briket. Nggak hanya cara pembuatan, dia juga jadi tahu cara kerja mesin pengolahnya. Hanya, dia sempat mengalami masalah dalam hal distribusi dan pemasaran. Briketnya ternyata nggak langsung diterima konsumen. Saat itu, Adi bahkan seperti ingin menyerah. Hanya, dia akhirnya mengurungkan niatnya setelah melihat para pekerja sangat ulet mengemas briket.

Setelah empat tahun penuh perjuangan, Adi dan timnya akhirnya mulai menemukan cara produksi yang tepat. Produk briketnya juga mulai diterima pasar, termasuk pasar luar negeri. Dalam seminggu, dia mampu menghasilkan 20 ton briket, jauh lebih banyak dari 3 kuintal briket per minggu saat awal-awal merintis usaha.

Kumpulan briket yang siap dijual. (Kompas/Farida)<br>
Kumpulan briket yang siap dijual. (Kompas/Farida)

Briket buatan Adi yang nggak menggunakan campuran kimia menjadi keunggulan tersendiri. Saat dibakar, produk olahannya tersebut tidak berasap, nggak menyebarkan debu, serta mampu bertahan hingga satu setengah jam. Kualitas inilah yang membuat briketnya disukai pasar Eropa.

FYI nih Millens, pasar Eropa dikenal memiliki standar sangat ketat dalam hal bahan bakar untuk barbeque. Selain itu, briket ini juga bisa dipakai untuk bahan bakar Shisha.

Kini, bisnis briket yang dirintis Adi telah menghasilkan omzet mencapai 20 ribu Dollar AS setiap bulannya. Angka ini setara dengan sekitar Rp 292 juta per bulan. Nggak hanya dijual di Eropa, briket buatannya juga laris di Purwakarta dan Bandung.

Kreatif dan mau memaksimalkan barang-barang nggak terpakai. Apa yang dilakukan Adi patut kita contoh, ya Millens. (Boo/IB28/E07)