Kepolisian Korea Selatan Ajukan Permohoan Autopsi pada Jenazah Sulli

Kepolisian Korea Selatan Ajukan Permohoan Autopsi pada Jenazah Sulli
Sulli eks personel f(x). (Twitter/soompi)

Meski penyebab kematian Sulli sudah dipastikan karena bunuh diri, aparat kepolisian pengin melakukan penyelidikan lebih mendalam terhadap jenazah mantan personel f(x) itu. Apa penyebabnya?

Inibaru.id – Kepolisian Seongnam Sujeong yang menangani kasus kematian Sulli secara resmi mengajukan permohonan autopsi pada jenazah eks personel girlband K-Pop f(x) itu. Autopsi itu dilakukan supaya memastikan penyebab kematian Sulli.

Kasus kematian Sulli pada Senin (14/10/2019) kemarin menghebohkan penggemar K-pop. Diketahui, Sulli memutuskan untuk gantung diri. Kendati begitu, aparat kepolisian menemukan tanda adanya gagal jantung sebelum kematiannya sehingga memutuskan untuk melakukan penyelidikan lebih mendalam.

“Kami ingin melakukan autopsi. Namun, hal ini bergantung pada izin yang dikeluarkan keluarga Sulli. Hingga saat ini kami belum mendapatkan izin tersebut, namun sudah mengajukan permohonan untuk melakukannya demi memastikan apa penyebab kematiannya,” ungkap pihak kepolisian ditulis laman Detik, Rabu (15/10).

Sebagai informasi, autopi hanya bisa dilakukan jika dari pihak pengadilan menyetujui permohonan ini. Hal itu juga bergantung pada izin keluarga yang bersangkutan.

Pihak SM Enteretainment menyebut sudah mempersiapkan tempat bagi para penggemar untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Sulli. Para penggemar bisa berkunjung pada 15-16 Oktober 2019 di Rumah Sakit Sinchon Severance.

Pihak keluarga menyebut proses pemakaman Sulli akan dilakukan secara tertutup. Hal ini dilakukan karena pihak keluarga menginginkan privasi saat sedang berduka.

Muncul Petisi untuk Menghukum Pelaku Perundungan Sulli

Banyak pihak yang menyebut salah satu faktor penyebab Sulli bunuh diri adalah perundungan yang diterimanya dari banyak penggemar K-Pop. Masyarakat Korea Selatan pun berinisiatif membuat petisi yang isinya mendesak adanya hukuman bagi pelaku perundungan di dunia maya, khususnya bagi mereka yang menyerang Sulli sebelumnya.

Selain karena perundungan, Sulli memang diketahui memiliki riwayat gangguan mental. Pada 2014 silam Sulli sempat rehat dari dunia hiburan akibat mengalami perundungan dan komentar yang nggak benar. Bahkan, pada 2018 lalu Sulli mengaku mengidap fobia sosial dan masalah panik.

Melakukan perundungan di dunia maya, apalagi pada orang yang mengalami gangguan mental memang nggak bisa dibenarkan, ya Millens. Yuk, jadi warganet yang bijak. (IB09/E04)