Dianggap Terlalu Keras, Kepala SMAN 2 Malang Dicopot

Dinilai didikannya terlalu keras, Kepala SMAN 2 Malang akhirnya dicopot. Sebelum itu, Kepala SMAN 2 Malang sempat didemo para siswanya pada Kamis (5/4/2018).

Dianggap Terlalu Keras, Kepala SMAN 2 Malang Dicopot
Suasana unjuk rasa di halaman sekolah SMAN 2 Kota Malang pada Kamis (5/4/2018). (Liputan6.com)

Inibaru.id – Kepala SMAN 2 Kota Malang Dwi Retno dilengserkan dari jabatannya pada Kamis, (5/4/2018). Kebijakan ini diambil Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Saiful Rachman setelah mendengar keluh kesah dari pihak siswa maupun guru yang mengajar di SMAN 2 Malang.

Sebelum dicopot, Retno sempat didemo siswa SMAN 2 Kota Malang di halaman sekolah di hari yang sama. Pada demo tersebut, siswa menuntut supaya Retno dicopot sebagai kepala sekolah di sana. Hal ini dilakukan para siswa karena Retno dinilai terlalu kasar dalam memperlakukan siswa dan guru di sekolah tersebut seperti ditulis Kompas.com, Jumat (6/4).

Saiful mengaku pihaknya kerap mendapatkan surat laporan terkait kinerja kepala sekolah tersebut selama setahun terakhir.

"Saya sudah satu tahun dapat laporan-laporan dari pengawas dan orangtua. Tadi saya tanya beberapa MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) di Malang, beliau pernah menjabat di SMAN 5 Malang, saat itu sempat mau didemo. Pernah juga menjabat di SMAN 3 Malang dan sama, mau didemo. Setelah itu, Retno menjadi pengawas sekolah kemudian dijadikan kepala sekolah lagi," ujarnya.

Saiful menganggap demo yang dilakukan siswa itu sebagai akumulasi dari amarah siswa terhadap Retno. Terlebih, guru di sekolah itu juga kerap mendapatkan perlakuan yang sama.

Para siswa menilai kata-kata Retno menyakitkan untuk ukuran mendidik. Mereka juga mengaku sering mendapat cacian dari kepala sekolahnya.

Salah seorang guru yang nggak mau disebut namanya membenarkan pernyataan siswa. Guru itu menyebut Retno sering memanfaatkan uang kas sekolah untuk keperluan pribadi.

Saat ini, posisi kepala sekolah di SMA yang terletak di Jalan Laksamana Laut RE Martadinata itu digantikan Pelaksana Tugas (Plt) yakni Tri Suharno. Tri tercatat pernah menjabat sebagai kepala di sekolah tersebut pada 2003 hingga 2005.

Hm, benar sih dalam pendidikan harus ditanamkan rasa disiplin. Namun, disiplin itu nggak berarti keras, lo. Semoga dengan diberhentikannya kepala sekolah yang lama, SMAN 2 Malang bisa lebih baik lagi ya, Millens. (ANG/IF)