Kenapa Buku Bisa Mengeluarkan Aroma 'Wangi' yang Bikin Candu?

Kenapa Buku Bisa Mengeluarkan Aroma 'Wangi' yang Bikin Candu?
Aroma khas yang keluar dari lembaran-lembaran buku dinamakan bibliosmia. Aroma tersebut jadi magnet bagi orang-orang untuk tetap membaca buku fisik. (Gramedia)

Ada orang yang menyukai aroma yang keluar dari lembaran-lembaran buku. Baik buku baru maupun tua memberikan bau yang membuat orang ingin menghirupnya.

Inibaru.id - Meski sudah banyak buku, baik fiksi maupun nonfiksi, yang dikemas dalam bentuk e-book (electronic book), tetap saja buku fisik masih mempunyai banyak penggemar. Para kolektor buku tetap mengalokasikan dana untuk membeli buku secara rutin.

Salah satu yang menjadi alasan seseorang lebih mencintai buku fisik ketimbang e-book adalah aromanya. Ya, bau buku yang khas nggak akan bisa dihirup jika kita memilih membaca e-book, kan? Padahal, aroma buku bagi pencinta buku adalah candu.

Di kalangan kolektor buku, aroma khas yang berasal dari lembaran-lembaran buku disebut bibliosmia. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani yang artinya “buku” dan “aroma”. Seperti apa sih aroma buku yang dimaksud?

Nggak ada kata-kata yang pas yang bisa mendeskripsikan aroma buku yang bikin orang merasa ketagihan itu. Setiap buku mengeluarkan aroma yang nggak sama. Tapi yang jelas, aroma itu berasal dari gabungan senyawa kimia yang ada pada kertas.

Asal Aroma Buku

Aroma buku berasal dari kandungan alami pada kertas yang bereaksi dengan cahaya, panas, dan kelembapan. (Pixabay)
Aroma buku berasal dari kandungan alami pada kertas yang bereaksi dengan cahaya, panas, dan kelembapan. (Pixabay)

Menurut situs buku Gramedia.com, gabungan senyawa yang ada pada kertas buku meliputi kandungan alami selulosa dan lignin yang berasal dari batang pohon yang merupakan bahan utama pembuatan kertas. Zat-zat itu lalu bereaksi terhadap cahaya, panas, dan kelembapan.

Kandungan alami tersebut juga mengandung campuran senyawa kimia lainnya seperti benzaldehida, vanillin, etil heksanol, toluene, dan etil benzana. Jadi, nggak heran ya jika reaksi kimia yang terjadi dari berbagai senyawa ini menghasilkan senyawa organik yang mudah menguap hingga baunya tercium oleh pembaca ketika sedang membaca buku.  

Aroma Buku Berbeda-Beda

Buku-buku tua dengan aroma bibliosmia yang kuat biasanya kita jumpai di perpustakaan umum atau kampus. (Metrum/Ana Siti Ghania)
Buku-buku tua dengan aroma bibliosmia yang kuat biasanya kita jumpai di perpustakaan umum atau kampus. (Metrum/Ana Siti Ghania)

Aroma buku satu dengan lainnya nggak akan persis. Itu karena kandungan pada kertas, usia buku, dan tinta mempengaruhinya.  Buku baru yang masih tersegel misalnya, mempunyai aroma yang fresh. Buku baru biasanya mengeluarkan aroma yang wangi karena didominasi aroma tinta dan lem perekat yang berada di punggung buku. Karena masih baru, buku belum mengalami proses penguraian senyawa ya, Millens.

Namun, semakin lama, saat buku sudah lapuk termakan usia, kertas mulai usang karena adanya proses kerusakan. Seluruh bahan kimia yang terkandung pada kertas mengeluarkan aroma yang menunjukkan proses penuaan. Misalnya, kandungan hydrogen peroksida untuk membuat kertas menjadi lebih putih dan kandungan lain seperti alkyl ketene dimmers agar kertas menjadi lebih tahan air.

Perubahan kertas baru menjadi kertas usang bisa kita lihat saat kita menemukan ada bercak atau gradasi kuning yang ada di buku-buku tua. Hal itu terjadi sebab kandungan lignin bereaksi dalam waktu lama. Biasanya dimana kamu mendapati buku-buku tua semacam itu? Ya, buku-buku tua dengan aroma bibliosmia yang kuat ini biasanya kita jumpai di perpustakaan umum atau kampus.

Kalau kamu tergolong yang secinta itu dengan aroma buku nggak sih, Millens? Jika iya, pastilah kamu lebih memilih membaca buku fisik ketimbang buku elektronik. (Grid,GNFI/IB20/E05)