Fakta Menarik Jafro Megawanto, Sang Juara Paralayang Akurasi Asian Games 2018

Fakta Menarik Jafro Megawanto, Sang Juara Paralayang Akurasi Asian Games 2018
Jafro Megawanto. (Antara/Inasgoc/Tagor Siagian)

Salah seorang penyumbang medali emas bagi Indonesia pada ajang Asian Games 2018 Jafro Megawanto harus melewati jalan berliku untuk mencapai prestasi. Begini fakta menarik di balik karier Jafro.

Inibaru.id – Memasuki hari kelima Asian Games 2018, Indonesia masih terus berusaha mengejar perolehan medali emas. Setelah sukses dalam cabang olahraga taekwondo, wushu, dan angkat besi, kini paralayang turut menyumbang medali emas melalui Jafro Megawanto. Jafro memenangkan nomor ketepatan mendarat perorangan putra.

Di arena paralayang Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jafro berhasil mengalahkan 32 peserta pada pertandingan yang digelar Kamis (23/8/2018). Sebelum ini, Jafro dan tim paralayang putra juga mempersembahkan emas di nomor ketepatan mendarat tim putra.

Di balik pencapaiannya yang membanggakan, atlet asal Malang, Jawa Timur ini harus melewati jalan berliku. Berikut fakta menarik tentang Jafro Megawanto.

Memulai Kariernya sebagai Tukang Lipat Parasut

Kediaman Jafro yang hanya berjarak 500 meter dari lokasi pendaratan paralayang di Batu, Malang, Jawa Timur menggugah Jafro untuk menekuni olahraga ekstrem ini. Dia kemudian direkrut pihak pengelola lokasi paralayang menjadi tukang lipat parasut dengan upah Rp 5 ribu seperti ditulis Cnnindonesia.com, Kamis (23/8).

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Jafro yang saat itu berusia 13 tahun akhirnya direkrut seorang manajer menjadi atlet. Dari sanalah jalannya mengenal paralayang terbuka.

Sempat Terhambat Dana dan Ditentang Orang Tua

Setelah menjadi atlet, jalan Jafro nggak serta merta mulus. Pemuda kelahiran Malang, 18 Maret 1996 ini terhambat di bidang finansial. Saat itu, orang tua Jafro nggak memiliki dana untuk membayar latihannya. Orang tuanya bahkan sempat meminta Jafro untuk berhenti. Namun, dengan tekat yang kuat, Jafro mempertahankan cita-citanya.

Membuktikan Diri dengan Mengukir Prestasi

Jalan menjadi atlet profesional kian terbuka saat Jafro mengikuti Pekan Olahraga Nasional 2016 di Jawa Timur. Dalam gelaran tersebut, Jafro ikut menyumbangkan emas untuk kontingen Jawa Timur. 

Dia lantas mengikuti kompetisi bertaraf Internasional pertamanya dalam Paragliding Accuracy World Cup di Kanada. Dalam kejuaraan tersebut, pemuda 22 tahun itu menempati posisi kedua.

Jafro juga sukses menjuarai Paragliding Accuracy World Cup di Kazakhstan pada Mei 2018. Dia keluar menjadi juara pertama pada pertandingan tersebut.

Seiring dengan banyaknya prestasi yang telah diraihnya, World Air Sports Federation (Asosiasi Aero Sport Dunia) per 1 Agustus 2018 menempatkannya di peringkat ketiga dunia untuk nomor ketepatan mendarat tunggal putra, seperti dikutip dari Fai.org, Kamis, (23/8).

Selamat Jafro! Semoga di masa mendatang, cabang olahraga paralayang bisa terus melahirkan bibit-bibit unggul seperti Jafro ya. (IB15/E04)