Kementerian BUMN Sebut Rekaman Rini dan Sofyan Direkayasa

Sebuah rekaman yang diduga percakapan antara Menteri BUMN Rini Soemarno dan Sofyan Basir tentang pembagian saham tersebar ke media sosial. Namun, Kementerian BUMN mengklarifikasi rekaman tersebut hanya rekayasa.

Kementerian BUMN Sebut Rekaman Rini dan Sofyan Direkayasa
Beredar percakapan Rini Soemarno tentang pembagian saham. (Tempo.co)

Inibaru.id - Rekaman berisi percakapan antara lelaki dan perempuan yang diduga Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno dan Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir beredar di media sosial sejak Jumat (27/4/2018). Dalam percakapan yang berdurasi sekitar 6 menit tersebut, kedua orang dalam percakapan itu membahas mengenai pembagian saham atas proyek yang digarap PLN bersama Pertamina.

Mengklarifikasi hal tersebut, pihak Kementerian BUMN memastikan, rekaman percakapan yang beredar di media sosial itu adalah rekayasa. Rekaman tersebut disinyalir dengan sengaja telah diedit sehingga memberikan informasi yang salah dan menyesatkan.

Liputan6.com, Sabtu (28/4), menulis, Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro mengatakan, Rini Soemarno dan Sofyan Basir memang melakukan diskusi mengenai rencana investasi proyek penyediaan energi yang melibatkan PLN dan Pertamina. Namun, penggalan percakapan itu nggak ada dalam pembicaraan tersebut.

“Kami tegaskan kembali, pembicaraan utuh tersebut isinya sejalan dengan tugas Menteri BUMN untuk memastikan seluruh BUMN dijalankan dengan dasar Good Corporate Governance (GCG),” kata Imam dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (28/4).

Lebih lanjut, Imam mengatakan bakal menindak tegas pihak yang menyebarluaskan rekaman Rini dengan Sofyan. Menurut Imam, konten rekaman yang disebarluaskan di media sosial cenderung menyesatkan masyarakat. 

“Kementerian BUMN akan mengambil upaya hukum untuk mengungkap pembuat serta penyebar informasi menyesatkan tersebut," tutur Imam, mengutip Cnnindonesia.com, Sabtu (28/4).

Berikut potongan isi rekaman yang beredar seperti ditulis Detik.com, Sabtu (28/4).

Pria (P): Kemarin gini. Saya juga kaget kan Bu, saya mau cerita sama Ibu, beliau kan panggil saya, pagi kemarin kan saya baru pulang.

Wanita (W): Ya, ya, kemarin ngomong sama bapak kemarin, yang penting gini lah, udah lah yang seharusnya ngambil ini Pertamina sama PLN, jadi dua-duanya punya saham lah pak, saya bilang begitu

P: Dikasih kecil kemarin saya bertahan Bu, ya kan, beliau ngotot

W: ...Sama PLN...

P: PLN. Waktu itu kan saya ketemu Pak Ari juga bu, saya bilang Pak Ari mohon maaf, masalah share ini kita duduk lagi lah Pak Ari. Ibu setuju bu

W: Saya terserah bapak-bapak lah, saya memang kan konsepnya sama-sama Pak Sofyan.

P: Betul

Sobat Millens, jangan terburu-buru percaya terhadap  informasi di media sosial ya, bisa jadi itu hoaks. Jangan lupa melakukan tabayyun atas informasi yang kamu dapat. (IB12/E04)