Keluarga Tuding Belajar dengan Ponsel Bikin Penglihatan Bocah Mendadak Menghilang, Begini Kata Dokter

Keluarga Tuding Belajar dengan Ponsel Bikin Penglihatan Bocah Mendadak Menghilang, Begini Kata Dokter
Ririn Indrianti Amran, bocah yang tiba-tiba kehilangan penglihatannya. (Tribuntimur/Sayyid)

Sering memakai ponsel untuk belajar dari rumah, keluarga Ririn justru menuding radiasi sebagai penyebab Ririn kehilangan penglihatannya. Lantas, bagaimana dengan hasil pemeriksaan dokter, ya?

Inibaru.id – Bocah berusia 10 tahun bernama Ririn Indrianti Amran dari Dusun Romang, Desa Bori Matangkasa, Kecamatan Bajeng Barat, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan mendadak nggak bisa melihat. Orang tuanya terkejut dan justru menyalahkan seringnya Ririn menggunakan ponsel demi kebutuhan belajar dari rumah.

Bocah yang masih duduk di kelas enam SD ini mengaku merasa pusing sebelum penglihatannya kabur. Saat itu, dia sedang bermain dengan teman-temannya di dekat rumah pada Sabtu (14/11/2020). Di dekatnya juga ada kakek Ririn.

Sataria Dg Nganne, nenek dari sang bocah menyebut Ririn sempat mengeluhkan kepala pusing. Ririn kemudian pulang ke rumah. Setelah itu, penglihatan mata kirinya kemudian kabur. Keesokan harinya, kedua mata Ririn sudah nggak bisa melihat.

Ilustrasi - Belajar daring dengan ponsel. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Ilustrasi - Belajar daring dengan ponsel. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

“Awalnya hanya mata sebelah kiri. Tapi keesokan harinya pas bangun pagi kedua matanya nggak bisa melihat apa-apa,” ucap Sataria pada Kamis (19/11).

Di hari Minggu (15/11) Ririn pun dibawa ke dokter oleh keluarganya. Hasil pemeriksaan justru menunjukkan bahwa ada kemungkinan tumor atau benjolan yang menyebabkan hal ini. Hanya, dokter masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikannya.

Hasil pemeriksaan dokter sangat berbeda dengan dugaan Sataria. Sebelumnya, sang nenek menduga sang cucu terpapar radiasi ponsel berlebihan akibat sering memakainya demi kebutuhan belajar secara daring di rumah.

“Kalau belajar dengan ponsel bisa dari pukul 8 pagi sampai 12 siang. Mungkin radiasi ponselnya. Apalagi sebelumnya dia juga biasa main ponsel,” ungkap Sataria.

Ilustrasi - Radiasi ponsel jadi tudingan keluarga sebagai penyebab hilangnya penglihatan Ririn. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Ilustrasi - Radiasi ponsel jadi tudingan keluarga sebagai penyebab hilangnya penglihatan Ririn. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Sayangnya, karena nggak terdaftar di BPJS, keluarga Ririn harus membayar biaya perawatan sendiri. Mereka pun berharap mendapatkan bantuan dari banyak pihak.

Warga sekitar banyak yang menjenguk Ririn demi mengetahui kondisi yang dia alami. Ririn pun terpaksa nggak bisa lagi melanjutkan belajar secara daring karena kondisi penglihatannya nggak memungkinkan.

Memang, kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini membuat banyak kegiatan harus dilakukan di rumah dan menggunakan teknologi. Pastikan untuk nggak memakainya dengan berlebihan, ya, Millens? (Tri/IB09/E05)