Para Generasi Milenial yang Kangen Dolanan
Bakiak, salah satu permainan tradisional yang selalu seru untuk dimainkan bareng-bareng. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Para Generasi Milenial yang Kangen Dolanan

Masih ingatkah kamu dengan berbagai permainan tradisional yang kerap kamu mainkan sewaktu kecil? Yap, permainan sederhana yang bikin kamu dimarahi emak karena lupa waktu, lupa mandi, lupa makan, lupa tidur siang, bahkan lupa jalan pulang.

Inibaru.id - Semakin dewasa, kamu mulai meninggalkan masa-masa indah itu. Barangkali beberapa mainan yang kamu punya juga sudah usang, rusak, atau mungkin musnah. Tapi kenangan manis itu tersimpan. Sesekali kamu memejamkan mata kemudian sekonyong-konyong bayangan-bayangan keriangan ketika bermain keluar, kamu dan teman-temanmu terpaksa bubar karena "dijemput paksa" orang tua, dan diam-diam menyelinap keluar untuk lanjut bermain. Kamu membuka mata, tersenyum, dan merasa lebih baik. Hayo, siapa yang juga merasa seperti ini?

Lompat tali, permainan yang membutuhkan fisik kuat. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Afit Khomsani misalnya. Pria 23 tahun ini mengaku paling menyukai permainan bentengan. “Suka bentengan, berlatih menjaga kekompakan dan menyusun strategi untuk bertahan atau menyerang,” kata aktivis Sekolah Anti Korupsi pria ini.

Kerinduan pada bentengan juga diakui Susi Purwanti, mahasiswi tingkat akhir asal Pati. “Paling membekas di ingatan ya bentengan. Kita diajarkan bermain secara kompak. Seru pokoknya!” katanya antusias.

Dakon, permainan yang butuh strategi. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Lain lagi dengan Zakaria Ahmad. Permainan tradisional yang paling berkesan dan paling dia rindukan adalah dakon. Meski dakon sekarang sudah bisa dimainkan via gim online, ternyata nggak bisa mengobati kerinduannya. “Main dakon itu bareng-bareng, asyik, menyenangkan, dan khasnya pakai biji asem,” kata pria 26 tahun ini. Menurutnya, esensi dari permainan tradisional adalah kebersamaan dengan teman bermain lainnya.

Nggak heran generasi kelahiran tahun 90-an ini rindu permainan tradisional. Permaian tradisional memang nggak bisa dimainkan sendirian seperti permainan modern saat ini. Pemainnya harus mau keluar rumah dan berinteraksi dengan pemain lain.

Beberapa permainan yang membutuhkan kerjasama dan kekompakan juga akan menimbulkan rasa solidaritas pemainnya lo. Hal tersebut yang nggak bisa didapatkan dari permainan modern. Zaman boleh berganti tapi tetap saja meninggalkan hal yang sama. Rindu. Nah, permaian tradisional apa yang paling kamu rindukan, Millens? (Zulfa Anisah/E05)