Kebangkitan Ekonomi Indonesia Pasca-pandemi: Optimisme Itu Ada, tapi Butuh Kerja Sama

Kebangkitan Ekonomi Indonesia Pasca-pandemi: Optimisme Itu Ada, tapi Butuh Kerja Sama
Dua pembicara internasional The Indonesia 2021 Summit, Prof Joseph E Stiglitz (tengah) dan Robert D Kaplan (kanan). (Medcom)

Danamon dan MUFG menggelar  “The Indonesia 2021 Summit” sebagai wujud kontribusi nyata mendukung upaya pemulihan ekonomi Indonesia.

Inibaru.id – The Indonesia 2021 Summit diselenggarakan pada Selasa (23/2). Diskusi ekonomi yang digelar secara virtual ini menyoroti tantangan yang dihadapi di berbagai bidang, khususnya ekonomi dan politik, baik secara domestik maupun global dalam menghadapi 2021.

Mengusung tema utama "The Future is Now", The Indonesia 2021 Summit menghadirkan berbagai perspektif yang dikemas dalam dua panel diskusi, yaitu The World in 2021 dan Indonesia 2021.

The Indonesia 2021 Summit dibuka oleh Executive Officer, Country Head MUFG Bank Jakarta Daisuke Ejima dan Direktur Utama PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (Bank Danamon) Yasushi Itagaki.

Country Head MUFG Bank Jakarta Daisuke Ejima (kanan) dan Direktur Utama PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (Bank Danamon) Yasushi Itagaki (kiri) membuka The Indonesia 2021 Summit. (Medcom)
Country Head MUFG Bank Jakarta Daisuke Ejima (kanan) dan Direktur Utama PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (Bank Danamon) Yasushi Itagaki (kiri) membuka The Indonesia 2021 Summit. (Medcom)

Dalam kesempatan tersebut, Yasushi Itagaki mengatakan bahwa bersama MUFG, Bank Danamon melahirkan profil baru sebagai hibrida yang unik. Dengan kemitraan tersebut, dia mengungkapkan, mereka mencoba menggabungkan para ahli lokal dengan jaringan global MUFG.

“Dengan bekerja sama, kami menciptakan lebih banyak peluang bisnis dan memberikan end to end services demi pertumbuhan klien,” ungkap Itagaki. “Kami optimistis akan mampu bekerja sama dan tumbuh bersama para klien kami."

Sementara, Daisuke Ejima menuturkan bahwa penyelenggaran The Indonesia 2021 Summit merupakan wadah informasi bagi para klien. Dalam gelaran ini, para ahli yang datang akan menyampaikan pandangan mereka terkait perkembangan kondisi perekonomian dunia dan Indonesia.

"Tahun ini merupakan tahun kedua kolaborasi antara MUFG Bank dan Bank Danamon, dan kami bangga melihat kemitraan ini membawa kesuksesan bagi para klien dan perbaikan layanan kami,” kata Ejima.

Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit

Tampil sebagai narasumber kunci, Menteri BUMN Erick Tohir mengungkapkan secara detail terkait prioritas utama Indonesia pascapandemi Covid-19. Menurutnya, ada tiga prioritas utama yang diusung pemerintah, yaitu Indonesia Sehat, Indonesia Bekerja, dan Indonesia Tumbuh.

"Kesehatan pulih, ekonomi bangkit," simpul Erick.

Selanjutnya, turut hadir pula dalam sesi The World in 2021 dua pembicara internasional, yaitu peraih hadiah nobel ekonomi 2001 Prof Joseph E Stiglitz serta penulis ternama AS sekaligus salah satu dari 100 Pemikir Global Utama Robert D Kaplan.

Berdasarkan pengamatan dan analis dari bidangnya masing-masing, keduanya membahas proyeksi kondisi pada 2021 terkait tantangan yang bakal dihadapi pascapandemi Covid-19 serta peluang dan kolaborasi yang dapat dilakukan bersama.

"Saya optimistis Indonesia akan bisa menghadapi tantangan ini," kata Stiglitz, yang juga meyakini Indonesia akan bertahan melewati pandemi, lalu kembali menumbuhkan perekonomian ke arah yang lebih baik.

Tren dan Risiko Pascapandemi

Pada panel kedua, yakni Indonesia in 2021, diskusi para panelis lebih banyak menyoal tentang tren dan risiko yang dihadapi Indonesia pada 2021 serta optimisme pemulihan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia pascapandemi Covid-19.

Diskusi ini dipantik oleh tiga pembicara, yakni Executive Director Centre for Strategic and International Studies Indonesia Philips J Vermonte, Managing Partner PT Verdhana Sekuritas Indonesia Heriyanto Irawan, dan President Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata.

Tiga pembicara pada sesi kedua (Indonesia in 2021) adalah Ridzki Kramadibrata (kiri), Philips J Vermonte (tengah), dan Heriyanto Irawan (kanan). (Medcom)
Tiga pembicara pada sesi kedua (Indonesia in 2021) adalah Ridzki Kramadibrata (kiri), Philips J Vermonte (tengah), dan Heriyanto Irawan (kanan). (Medcom)

Dalam diskusi, ketiga pembicara sepakat mengenai adanya optimisme pada pemulihan ekonomi di Indonesia. Untuk mencapai hasil positif tersebut, mereka meyakini perlunya sinergi antara pemerintah dengan swasta.

“Belajar dari pandemi ini, kita harus melakukan investasi yang serius di bidang sains dan infrastruktur kesehatan,” papar Philips J Vermonte. “Selain itu sektor pemerintahan pun harus cepat mengadopsi teknologi untuk memperbaiki bagaimana pemerintah merespons berbagai situasi, tak hanya pandemi.”

Nggak berhenti di situ, dia menambahkan, solidaritas sosial juga sangat diperlukan dalam kondisi sekarang. Philips mengungkapkan, saat ini semua orang punya risiko terkena Covid-19 dan bisa berakibat fatal.

“Mau nggak mau harus ada solidaritas dan kerja sama untuk kepentingan bersama,” pungkasnya.

The Indonesia 2021 Summit digelar sebagai bentuk kontribusi MUFG dan Danamon mendukung pemulihan ekonomi Indonesia, memberi informasi, serta mengajak para peserta untuk siap menghadapi disrupsi pada berbagai aspek kehidupan yang terdampak pandemi Covid-19.

Jangan lupa, saksikan kembali The Indonesia 2021 Summit di bdi.co.id/livesummit2021 ya, Millens. (IB01/E03)