Pabrik Styrofoam di LIK Genuk Semarang Terbakar

Pabrik Styrofoam di LIK Genuk Semarang Terbakar
Suasana pabrik styrofoam saat terbakar. (Suara Merdeka/Apit Yulianto)

Kebakaran hebat melanda pabrik di kawasan LIK Genuk Semarang pada Rabu (18/7/2018). Hingga saat ini, belum diketahui penyebab kebakaran tersebut.

Inibaru.id – Kebakaran besar melanda kawasan Lingkungan Industri Kaligawe (LIK) Bugangan Baru, Genuk, Kota Semarang pada Rabu (18/7/2018). Api membakar habis pabrik dan gudang styrofoam milik CV Mitra Sejati Foamindo Semarang.

Suaramerdeka.com, Rabu (18/7), menulis, api mulai berkobar sekitar pukul 13.00 WIB saat para pekerja masih beristirahat siang dan tidak ada di lokasi. Api pun dengan cepat membesar lantaran gudang berisi styrofoam yang mudah terbakar.

“Tadi saya masih di kantor dan diberitahu kalau pabrik terbakar. Sampai di sana apinya sudah sangat besar. Penyebabnya tidak jelas tapi sepertinya berasal dari gudang produksi,” ucap pemilik pabrik Roni Gunawan.

Saat itu, para pekerja langsung memanggil petugas pemadam kebakaran dan polisi dari Polsek Genuk. Sayang, meski sudah mengerahkan tiga unit mobil pemadam, aktivitas pemadaman tidak kunjung bisa dimulai karena aliran listrik di lokasi kebakaran justru belum dimatikan.

“PLN responsnya sangat terlambat. Sudah berkali-kali dihubungi tapi listrik di sini nggak kunjung dipadamkan. Pemadam sempat tidak bisa berbuat apa-apa dan harus menunggu selama 30 menit karena hal ini,” ucap Roni kesal.

Kasi Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang Suwarto mengiyakan pernyataan Roni. Menurut Suwarto, petugas tidak berani mengambil risiko menyemprotkan air ke titik api jika aliran listrik belum padam karena bisa saja membuat petugas tersengat listrik.

Setelah listrik dimatikan, proses pemadaman langsung dimulai. Selama 30 menit, pemadam berusaha menjinakkan si jago merah dengan menambah dua unit mobil damkar sehingga total ada lima mobil yang dikerahkan untuk memadamkan api. Percikan api sempat muncul kembali, tapi petugas dengan sigap memadamkannya.

Belum jelas apa penyebab utama dari kebakaran ini, tapi Suwarto menduga jika hal itu disebabkan hubungan arus pendek listrik. (IB09/E04)