Kebakaran Hutan di Gunung Sindoro Sudah Padam

Kebakaran hutan di Gunung Sindoro yang terjadi sejak Jumat (7/9/2018) akhirnya padam. Petugas baru bisa menjinakkan api pada Senin (10/9).

Kebakaran Hutan di Gunung Sindoro Sudah Padam
Kebakaran hutan di Gunung SIndoro sudah berhasil dipadamkan. (Krjogja.com)

Inibaru.id – Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho melalui akun Twitter pribadinya @Sutopo_PN menyebut kebakaran di Gunung Sindoro yang berlangsung sejak Jumat (7/9/2018) sudah berhasil dipadamkan.

Kebakaran itu menghanguskan 156 hektare lahan di lereng Gunung Sindoro. Jumlah tersebut bertambah dari yang sebelumnya hanya 92 hektare lahan yang terbakar.

“Sebanyak 156 hektare hutan dan lahan di Gunung Sindoro terbakar. Jalur pendakian masih ditutup,” cuit Sutopo di Twitter pada Senin malam (10/9).

Kendati sudah padam, Sutopo mengatakan api masih bisa menyala kembali. Hal ini karena kondisi cuaca yang masih kering serta angin yang bertiup kencang.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung Gito Walngadi menyebut angin kencang menjadi salah satu penyebab kebakaran meluas dengan cepat. Kecepatan angin mencapai 30 km/jam dan arahnya berubah-ubah. Selain itu, petugas juga kesulitan dengan keterbatasan alat dan medan yang sulit dijangkau.

“Api terus bergerak ke arah timur. Kebakaran terjadi di wilayah Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Wonosobo, tepatnya di Petak 10,” jelas Gito.

Atas peristiwa tersebut, sejumlah tanaman kemlandingan gunung dan semak belukar di Gunung Sindoro hangus. Kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp1,4 miliar.

Cuaca yang panas dan kering seperti ini memang rawan menyebabkan kebakaran lahan, Millens. Jadi, harus lebih hati-hati lagi ya kalau mau menyalakan api. (IB09/E04)