Tanam Pohon dan Sumbang Bibit Ikan, Dua Syarat Nikah Unik di Indonesia

Tanam Pohon dan Sumbang Bibit Ikan, Dua Syarat Nikah Unik di Indonesia
Kedua pengantin menanam pohon. (Kuapakem.blogspot)

Baru-baru ini sempat viral mengenai syarat pernikahan unik di Temanggung yang mengharuskan pengantin menyumbang bibit ikan. Selain Temanggung, Gunungkidul juga memiliki syarat nikah unik yakni menanam pohon.

Inibaru.id – Pernikahan merupakan momen yang penting dan sakral bagi setiap pasangan yang akan menempuh kehidupan baru bersama. Namun, pernikahan di setiap daerah punya keunikan masing-masing. Keragaman budaya di Indonesia membuat beberapa daerah memiliki tradisi, ritual, dan syarat tersendiri untuk acara pernikahan.

Selain tradisi, syarat nikah di setiap daerah juga berbeda. Beberapa daerah bahkan menerapkan syarat nikah yang unik seperti di Temanggung, Jawa Tengah dan Gunungkidul, Yogyakarta ini.

Sempat viral, di Temanggung ada syarat pernikahan yang cukup unik yakni menebar bibit ikan di sungai. Dalam hal ini, pemerintah desa setempat nggak membatasi jumlah bibit yang harus diberikan supaya nggak membebani pengantin.

Menabur benih ikan di sungai. (Pemkab Katen)

Syarat ini bertujuan supaya masyarakat lebih peduli akan pelestarian satwa, khususnya ikan. Ini dianggap cara yang tepat memicu keterlibatan masyarakat melestarikan populasi ikan di Temanggung, sehingga warga nggak terus-terusan mengharapkan bantuan bibit dari pemerintah.

Selain di Temanggung, syarat unik ini juga diterapkan di Dukuh Sidorejo, Kecamatan Kabupaten, Kabupaten Klaten. Pengantin di sana wajib menebar benih ikan di Kali Lunyu seperti yang ditulsi laman Rmoljateng (10/2/2019).

Nggak hanya syarat menebar bibit ikan di sungai, warga Gunungkidul, Yogyakarta yang hendak menikah juga disyaratkan untuk menanam pohon. Tradisi menanam pohon atau yang disebut Kromojati ini dilakukan di Desa Bohol, Kecematan Rongkop, Gunungkidul. Kromo merupakan bahasa Jawa yang berarti menikah, sedangkan jati adalah salah satu tanaman yang menjadi syarat pernikahan.

Menanam pohon untuk syarat nikah. (Popbela)

Setiap warga Desa Bohol yang akan menikah diwajibkan untuk menanam minimal lima bibit pohon jati. Aturan yang mulai diberlakukan pada 2007 silam ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap hutan di daerah setempat yang semakin terkikis.

Langkah ini juga diikuti sejumlah daerah. Kabupaten Kendal misalnya membuat peraturan daerah yang mengatur syarat nikah ini. Peraturan itu mulai berlaku pada 2012 silam.

Wah, unik syarat nikahnya. Patut dicontoh nih karena calon pengantin turut menjaga keseimbangan ekosistem di tempat tinggalnya. Di daerahmu ada syarat nikah unik nggak, Millens? (IB18/E04)