Kawasan Puncak Terbakar, Seluruh Jalur Pendakian Gunung Ciremai Ditutup

Kawasan Puncak Terbakar, Seluruh Jalur Pendakian Gunung Ciremai Ditutup
Kepulan asap akibat kebakaran di puncak Gunung Ciremai. (Kompas/Muhamad Syahri Romdhon)

Kawasan puncak Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat mengalami kebakaran. Akibat kejadian ini, seluruh jalur pendakian menuju puncak Ciremai ditutup sementara.

Inibaru.id – Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) terjadi sejak Rabu (7/8/2019) hingga Kamis (8/8) dini hari. Hingga Kamis (8/8) pagi, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan Jawa Barat masih melakukan evakuasi serta pendataan para pendaki yang terjebak di gunung.

Kepala BPBD Kabupaten Kuningan Agus Maulidin menyebutkan, ada 61 orang pendaki di Gunung Ciremai saat kebakaran terjadi.

“Dari jumlah tersebut, 25 orang di jalur Apuy Majalengka, 31 orang di jalur pendakian Palutungan Kabupaten Kuningan, serta 5 orang di jalur pendakian Cibuna Kabupaten Kuningan Jawa Barat,” jelas Agus.

Hingga saat ini, lima pendaki dari jalur Apuy Majalengka dan tiga pendaki dari jalur Palutungan Kabupaten Kuningan sudah dievakuasi turun.

Kebakaran bermula dari titik api yang ada di blok Gua Walet, dekat Puncak Ceremai, titik kordinat 6°54'2.63" S, 108°23'42.93" di wilayah Argalingga, Kabupaten Majalengka. Kepulan asap mulai terlihat sejak Rabu (7/8), pukul 13.00 WIB.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan pun berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Majalengka untuk memantau titik api. Terpantau, api dan asap menjalar dengan cepat karena kondisi angin cukup kencang.

Laman Kompas, Kamis (8/8) menuliskan, kepulan asap akibat kebakaran masih terlihat hingga saat ini. Sejumlah petugas juga tengah bersiap untuk kembali melakukan pemadaman di puncak Gunung Ciremai. Sementara ini, kerugian dan jumlah lahan yang terbakar belum bisa diperkirakan.

Penutupan Jalur Pendakian

Akibat kejadian ini, seluruh jalur pendakian di gunung yang memiliki tinggi 3078 Mdpl itu ditutup untuk sementara. Hal ini disampaikan Kepala Balai TNGC Kuswandono.

"Mulai hari ini seluruh jalur pendakian, baik dari Linggarjati, Palutungan, maupun Majalengka sementara ditutup sampai batas waktu yang belum ditentukan," terang Kuswandono di Cirebon, Rabu (7/8).

Semoga situasi cepat membaik dan seluruh pendaki dapat segera diselamatkan, ya, Millens. (IB18/E04)