Kaum Digital Nomad Incar Bali Sebagai Tempat Tinggal

Kaum Digital Nomad Incar Bali Sebagai Tempat Tinggal
Banyak orang yang ingin bekerja secara jarak jauh atau menjadi Digital Nomad sambil menikmati keindahan Bali. (Flickr/shankaronline)

Ingin menikmati keindahan Bali dalam waktu yang lebih lama, kaum Digital Nomad ingin pemerintah Indonesia memberlakukan visa tinggal lebih lama. Seperti apa sih permintaan mereka?

Inibaru.id – Di zaman digital atau yang sering disebut sebagai masa 4.0 ini, banyak orang yang kini bisa bekerja di mana saja. Bermodalkan internet dan gawai, mereka bisa bekerja sambil berada di tempat-tempat yang indah. Mereka yang melakukan hal ini disebut sebagai kaum Digital Nomad.

Nah, belakangan, Bali kini menjadi incaran banyak pelaku Digital Nomad untuk dijadikan tempat tinggal atau sekadar tempat untuk singgah dan menikmati kehidupan untuk sementara waktu.

Fakta ini diungkap oleh situs jalan-jalan terkemuka Lonely Planet pada Jumat (11/9/2020). Saking inginnya menikmati keindahan Bali, para Digital Nomad ini sampai membuat petisi yang ditujukan pada Presiden Joko Widodo, lo.

Kaum digital nomad ingin Indonesia memberikan visa jangka panjang untuk tinggal di Bali. (Flickr/Eric Pesik)
Kaum digital nomad ingin Indonesia memberikan visa jangka panjang untuk tinggal di Bali. (Flickr/Eric Pesik)

“Kami membuat petisi untuk Presiden Indonesia, Joko Widodo agar memberikan visa bagi pelaku Digital Nomad,” ucap pendiri agensi pemasaran media sosial jarak jauh yang kini tinggal di Bali, Olumide Gbenro.

Menariknya, sudah ada 2.000 pelaku Digital Nomad yang menandatangani petisi ini. Jumlah petisi ini dianggap sudah memiliki kekuatan yang cukup untuk ditinjau oleh Kementerian Sekretaris Negara RI.

“Kami sudah bekerja keras dan melakukan kerja sama dengan berbagai mitra publik serta swasta. Target kami sebenarnya mencapai 10 ribu tanda tangan. Kami yakini bisa memberikan peran besar bagi Indonesia,” lanjut Gbenro.

Keindahan Bali menjadi incaran kaum Digital Nomad untuk menikmati kehidupan. (Flickr/Adam Lai)
Keindahan Bali menjadi incaran kaum Digital Nomad untuk menikmati kehidupan. (Flickr/Adam Lai)

Kalau kamu masih bingung dengan visa Digital Nomad. Sebenarnya visa ini sudah populer di banyak negara Eropa. Visa ini memberikan kesempatan bagi banyak orang untuk tinggal dalam waktu jangka panjang di sebuah negara dan bekerja di negara tersebut secara jarak jauh. Hal ini berarti, mereka nggak perlu mencari kerja di negara tempat tinggalnya untuk memperoleh pendapatan.

Visa untuk kaum Digital Nomad biasanya berlaku minimal 1 tahun. Masalahnya, di Bali, kebijakan visa biasanya berlaku dalam tempo yang jauh lebih singkat, yakni 30 hingga 60 hari saja. Waktu ini dianggap nggak cukup untuk menikmati keindahan Bali yang memang sangat banyak dan bisa saja tersembunyi di banyak daerah.

Kamu setuju nggak dengan permintaan visa Digital Nomad ini, Millens? Atau jangan-jangan kamu justru tertarik untuk menjadi seorang Digital Nomad dan bepergian ke banyak tempat, nih? (Det/IB09/E05)