Kata Ganjar soal 18 Kematian Pasien Covid-19 di Jawa Tengah

Kata Ganjar soal 18 Kematian Pasien Covid-19 di Jawa Tengah
Di antara pasien yang sembuh, juga ada pasein yang meninggal karena covid-19. (Inibaru.id/ Audrian F)

Di balik kasus kematian covid-19 di Jawa Tengah ada sejumlah fakta yang melingkupinya. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Ganjar memaparkan apa yang sesungguhnya terjadi.

Inibaru.id - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membeberkan fakta di balik 18 kasus kematian pasien positif covid-19 yang ada di Jawa Tengah. Menurut catatan yang diterimanya, dari 18 pasien yang positif hanya empat yang berusia di bawah 50 tahun. Fakta lain adalah sebagian besar dari 18 pasien tersebut memiliki penyakit bawaan.

"Kalau dari catatan medis yang dilaporkan ke saya secara lisan mereka punya penyakit bawaan. Di rumah sakit lengkap laporannya," kata Ganjar, Jumat (3/4).

Selain penyakit, para pasien tersebut memiliki riwayat perjalanan dari daerah episentrum di Indonesia maupun dari luar negeri. Kemudian setelah bepergian terus terbawa hingga pulang ke daerah asalnya.

Ganjar melaporkan, sampai 3 April, sudah ada 114 kasus positif corona. Rinciannya, 85 pasien masih dalam perawatan, 11 sembuh, dan 18 telah meninggal.

Ganjar secara tegas selalu meminta data dari petugas kesehatan. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Ganjar secara tegas selalu meminta data dari petugas kesehatan. (Inibaru.id/ Audrian F)

Berdasarkan data dari Dinkes Jateng ada pasien dengan status PDP dengan hasil tes yang belum diterima. Tapi kemungkinan besar positif.

Dari laporan tersebut, Ganjar kemudian mengkonfirmasi kalau siaran pers Pemerintah Pusat pada 3 April yang mengatakan ada 11 kasus meninggal di Jawa Tengah, masih bersifat akumulatif.

Ganjar Pranowo memaparkan fakta di balik 18 kasus kematian positif covid-19. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Ganjar Pranowo memaparkan fakta di balik 18 kasus kematian positif covid-19. (Inibaru.id/ Audrian F)

“Bukan hari ini meninggal sebelas. Itu akumulasi sejak pertama sama yang kemarin. Sehingga kita yang sejak pertama mencatat, tiba-tiba ada angka sebelas yang dimasukkan. Kita juga kaget tadi membacanya. Maka setelah di clearance tidak ada. Itu akumulatif," katanya.

Ganjar selalu tegas untuk meminta laporan real-time dari jajarannya ketika ada penambahan kasus. Tapi khusus untuk pasien positif yang meninggal, Ganjar meminta pihak rumah sakit mesti clearance terlebih dahulu.

"Tidak otomatis ketika ada yang meninggal laporannya langsung masuk ke kita," tandasnya.

Semoga nggak ada korban lagi ya, Millens. (IB28/E05)