Kasus Remaja Bunuh Balita, Ini Kemungkinan Hukuman yang Diterima Pelaku

Kasus Remaja Bunuh Balita, Ini Kemungkinan Hukuman yang Diterima Pelaku
Gambar dan tulisan yang dibuat oleh pelaku. (Virenial)

Remaja 15 tahun berinisial NF membunuh bocah 5 tahun karena terinspirasi film horor. Seperti apa hukuman yang bisa saja didapatnya?

Inibaru.id – Masyarakat dihebohkan dengan kasus remaja berusia 15 tahun berinisial NF yang membunuh bocah berusia 5 tahun di Sawah Besar, Jakarta, pada Kamis (5/3/2020) kemarin. Sang remaja bahkan terlihat nggak menyesal dengan perbuatannya. Lantas, seperti apa hukuman yang akan didapat sang remaja atas aksinya ini?

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak di Indonesia, disebutkan di Pasal 1 angka 3, 4, dan 5 bahwa anak-anak adalah mereka yang belum berusia 18 tahun. Hanya saja, kasus dengan pelaku anak berusia 12 hingga 18 tahun bisa diproses lewat peradilan pidana.

Anak yang melalui proses peradilan pidana bisa saja dijatuhi hukuman penjara. Hanya saja, dalam beberapa kasus, mereka juga bisa hanya mendapatkan peringatan, hukuman dengan beberapa syarat, mendapatkan pelatihan kerja, dan pembinaan.

Penelusuran aparat kepolisian pada tersangka pembunuh bocah 5 tahun (Liputan6.com/Yopi Makdori)
Penelusuran aparat kepolisian pada tersangka pembunuh bocah 5 tahun (Liputan6.com/Yopi Makdori)

“Karena kasus pembunuhan di Sawah Besar, Jakarta ini adalah seorang anak atau remaja berusia 15 tahun maka bisa mendapatkan ancaman hukumannya separuh (1/2) dari ancaman hukuman orang dewasa. Kasus orang dewasa tersebut biasanya dalam konteks tindak pidana pembunuhan maksimal 10 tahun,” ucap Abdul Fickar Hadja, Pakar Hukum PIdana dari Universitas Trisakti.

Hanya saja, bisa jadi proses hukum ini juga dilakukan secara mediasi sehingga hukuman yang didapatkan pelaku sekitar dua setengah tahun sesuai dengan Pasal 359 KUHP.

Tempat kejadian perkara pembunuhan bocah 5 tahun di Sawah Besar, Jakarta (SINDOnews/Okto Rizki Alpino)
Tempat kejadian perkara pembunuhan bocah 5 tahun di Sawah Besar, Jakarta (SINDOnews/Okto Rizki Alpino)

Sebagai informasi, NF membunuh korban dengan menenggelamkannya ke bak mandi. Setelahnya, mayat korban ditempatkan di dalam ember dan disimpan di dalam lemari. Kasus ini terkuak setelah NF datang ke Polsek Metro Tamansari, Jakarta Barat pada Jumat (6/3) pagi.

Penelusuran aparat kepolisian membuktikan bahwa aksi NF dipengaruhi oleh film horor yang sering dia tonton. Karakter Chucky di film Child’s Play yang merupakan pembunuh berantai dan karakter The Slender Man yang sering menculik anak menjadi inspirasinya.

Kini, NF ditempatkan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), Cinere, Depok, Jawa barat.

Kejadian ini mengingatkan orang tua agar selalu mengawasi tontonan anak. Semoga kasus serupa nggak terjadi lagi ya, Millens(Ind/IB09/E06)