Kasus Makin Viral, Ini Fakta-Fakta di Balik Tagar Justice for Audrey

Kasus penganiayaan antarpelajar yang memunculkan tagar Justice for Audrey semakin terekspos ke publik. Sejumlah fakta pun bermunculan.

Kasus Makin Viral, Ini Fakta-Fakta di Balik Tagar <em>Justice for Audrey</em>
Penganiayaan antarpelajar makin marak terjadi. (Twitter)

Inibaru.id - Tagar Justice for Audrey kini bertengger di urutan teratas twitter global. Hal itu terkait dengan terkuaknya kasus pengeroyokan oleh sekelompok siswa SMA di Kota Pontianak terhadap siswa SMP berusia 14 tahun dengan inisial AU. Tindak kekerasan itu membuat korban dirawat secara serius di Rumah Sakit Pramoedika. 

Seiring meluasnya tagar tersebut hingga menjadi trending topic dunia, sejumlah fakta mengenai kasus ini bermunculan. Yuk simak, Millens!        

Pengeroyokan Terjadi pada Jumat 29 Maret Lalu

Peristiwa perundungan ini terjadi pada Jumat (29/3) lalu tapi baru viral 2 minggu kemudian. Kala itu AU yang sedang berada di rumah kakeknya diajak keluar rumah oleh teman pelaku.

Korban yang nggak menaruh curiga dibawa ke Jalan Sulawesi. Lantas di situlah, muncul teman-teman pelaku. Tiga pelaku melakukan kekerasan fisik sementara sembilan lainnya menjadi penggembira. Sasaran utama dari para pelaku sebetulnya kakak sepupunya, PO, namun nahasnya AU yang menjadi pelampiasan.

Berawal dari Kisah Asmara

Kasus ini bermula dari asmara PO, kakak sepupu AU pernah menjadi pacar pria yang sekarang menjadi pacar salah satu pelaku. Korban pernah memberikan komentar di media sosial pelaku sehingga membuat pelaku marah.

Korban dan Pelaku mendapat Suaka dari KPPAD

Karena pelaku dan korban masih di bawah umur, perlindungan terhadap keduanya akan diberikan sesuai UU Perlindungan Anak dan Sistem Perlindungan Anak. Mereka bakal diberi pendampingan dalam kasus ini termasuk Hypnoprana (metode pengobatan dengan menggabungkan antara hypnotis dan pranic healing).

Pelaku Menuai Perundungan

Akibat kejadian ini para pelaku mengalami perundungan di sekolah mereka. Solusi terbaik masih terus dicari agar para pelaku dapat terus melanjutkan pendidikan.

Polisi dan Dinas Pendidikan Didorong Lakukan Investigasi

Edi Rusdi Kamtono, Wali Kota Pontianak, mendesak petugas kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus ini. Dia berharap nggak ada lagi kasus serupa di masa yang akan datang.

Resmi Dilaporkan ke Polisi

Laporan kasus tersebut secara resmi sudah dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol M Husni Ramli dan saat ini sedang ditangani.

Petisi dan Gestur Tak Bersalah

Saking viralnya, muncul petisi untuk menuntut keadilan bagi korban. Sejumlah tokoh hits seperti Pengacara Hotman Paris, Atta Halilintar hingga Awkarin pun berencana menyambangi korban di Pontianak untuk memberi dukungan. Munculnya petisi disinyalir lantaran para warganet yang berang melihat kelakuan para pelaku saat di kantor polisi. Gestur mereka menunjukkan seolah nggak merasa bersalah dengan aksi yang mereka lakukan pada korban. Duh! (IB28/E05)