Paus Sperma yang Sedang Hamil Ditemukan Mati, 22 Kg Sampah Plastik Penuhi Perutnya

Paus Sperma yang Sedang Hamil Ditemukan Mati, 22 Kg Sampah Plastik Penuhi Perutnya
Seekor paus diangkat ke atas truk setelah ditemukan mati terdampar di Pulau Sardinia, Italia. (AP/SEAME Sardinia Onlus)

Seekor paus sperma betina terdampar di pantai Porto Cervo, Italia dalam keadaan mati. Yang menyedihkan, di dalam perut paus sperma yang sedang hamil tersebut terdapat 48,5 pon atau 22 kilogram sampah plastik.

Inibaru.id – Seekor paus sperma betina dengan panjang 8 meter ditemukan mati mengenaskan di Pantai Porto Cervo di Sardinia, Italia. Lebih tragis lagi, di perut paus yang sedang hamil itu ditemukan sampah plastik seberat 22 kilogram.

Saat dibedah peneliti, sampah plastik yang masuk ke dalam perut ikan paus tersebut terdiri atas piring plastik, kantong plastik, terpal, jaring pancing, dan masih banyak lagi.

Mongabay.co.id, Selasa (2/4/2019), menulis di dalam rahim bangkai ikan paus tersebut terdapat janin sepanjang 2,7 meter yang sudah terdekomposi, yang berarti janjin tersebut sudah nggak bernyawa sebelum induknya ditemukan terdampar mati.

Menurut ahli, paus betina ini mati karena gagal mencerna cumi-cumi yang dimakannya. Penyebab hal itu tidak lain adalah adanya sampah plastik yang memenuhi 2/3 perutnya.

“Hewan laut hidup tidak seperti dengan kita di darat. Bagi mereka, adalah hal yang tidak normal menemukan hal-hal di laut yang bukan mangsa mereka, dan plastik terapung sangat mirip cumi-cumi atau ubur-ubur yang merupakan makanan pokok untuk paus sperma dan mamalia laut lainnya,” kata ahli biologi kelautan Mattia Leone dari Scientific Education & Activities in the Marine Environment (SEA ME) yang berbasis di Sardinia.

Peneliti juga menemukan, paus tersebut sangat kurus. Hal ini juga dampak dari tumpukan plastik di dalam perut yang dimakannya. Saking banyaknya tumpukan plastik, paus akan merasa kenyang padahal mereka kekurangan gizi.

“Hal pertama yang muncul dari autopsi ini adalah bahwa paus ini sangat kurus,” kata Leone.

Kejadian ini bukan yang pertama kalinya terjadi. Beberapa waktu lalu, di Filipina, pernah ditemukan bangkai paus sperma yang mati dengan membawa 40 kilogram sampah plastik di perutnya.

Dari kejadian ini, sudah semestinya manusia lebih peduli menjaga lingkungan. Nggak hanya berguna untuk melestarikan alam, lingkungan yang terjaga juga penting bagi semua makhluk hidup yang tinggal di bumi. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah nggak membuang sampah sembarang, apalagi saat di laut. Yuk, jangan nyampah di laut, Millens. (IB07/E04)