Karya Arswendo Abadi Meski Dirinya Sempat Masuk Bui

Karya Arswendo Abadi Meski Dirinya Sempat Masuk Bui
Arswendo Atmowiloto. (Dokter Sehat)

Sempat mendekam di penjara untuk beberapa waktu, nama Arswendo di dunia seni masih cukup harum. Salah satu karya yang paling terkenal yakni Keluarga Cemara

Inibaru.id – Kepergian Arswendo Atmowiloto menyisakan duka bagi sejumlah kalangan. Namun, berbagai karya seniman kelahiran Surakarta seperti cerpen, novel, hingga skenario film ini telah menjadi warisan yang nggak ternilai bagi bangsa Indonesia. Salah satu karyanya yang paling fenomenal yakni Keluarga Cemara.

Keluarga Cemara bukanlah satu-satunya mahakarya Arswendo. Memang, novel ini juga sukses dijadikan sinetron dan film, tapi Arswendo juga berperan besar dalam sinetron-sinetron 1990-an lainnya seperti Ali Topan Anak Jalanan, Deru Debu, Satu Kakak Tujuh Ponakan, Jalan Makin Membara, dan Imung.

Dari sekitar 50 judul karya yang ditulisnya, tidak semuanya memakai nama Arswendo. Terkadang, dia juga memakai nama samaran layaknya Said Saat serta B.M.D Harahap. Arswendo pun sempat memimpin Bengkel Sastra Pusat Kesenian Jawa Tengah, Solo pada 1972. 

Selain menjadi seniman, Arswendo juga aktif menjadi wartawan di Harian Kompas, Hai, Monitor, dan Senang. Lelaki kelahiran 26 November 1984 silam ini juga mengelola tabloid Bintang Indonesia bersama dengan Sudwikatmono.

Arswendo akrab dengan pernghargaan. Salah satunya adalah Hadiah Zakse atas karyanya berjudul Buyung-Hok dalam Kreativitaas Kompromi. Selain itu, drama berjudul Penantang Tuhan serta Bayiku yang Pertama juga mendapatkan penghargaan dari Sayembara Naskah Sandiwara DKJ 1972 serta 1973.

Meski begitu, Arswendo pernah mencicipi dinginnya mendekam di balik jeruji penjara. Hal ini disebabkan oleh munculnya jajak pendapat di tabloid Monitor pada 1990. Arswendo yang saat itu menjabat sebagai pemimpin redaksi ditahan hanya gara-gara jajak pendapat tersebut.

Sebagai informasi, jajak pendapat ini menentukan siapa saja yang menjadi tokoh pilihan pembaca. Keberadaan Nabi Muhammad yang ada di peringkat ke-11, di bawah Arswendo dan tokoh-tokoh lainnya memicu kecaman masyarakat. Karena dianggap meresahkan dan melakukan penistaan agama, Arswendo pun dijatuhi hukuman 5 tahun penjara.

Semoga saja amal ibadah Arswendo diterima di sisi Tuhan, ya Millens. Selamat jalan, Arswendo. Karya-karyamu akan terkenang di hati kami. (IB09/E04)