Nggak Cuma Hypophrenia, Ini Sebab Lain Kamu Nangis Tanpa Sebab

Hypophrenia adalah keterbelakangan metal yang diawali dengan gejala menangis tanpa sebab. Tapi bukan berarti setiap kamu menangis tanpa sebab merujuk pada hypophrenia. Yuk simak penyebab lainnya.

Nggak Cuma  Hypophrenia, Ini Sebab Lain Kamu Nangis Tanpa Sebab
Sebenarnya apa yang membuat seseorang menangis secara tiba-tiba. (journal.sociolla.com)

Inibaru.id – Dilansir dari A Dictionary of Psychology Oxford, hypophrenia sebenarnya adalah nama lain dari keterbelakangan metal, bukan penyebab seseorang menangis sendiri. Sebenarnya ada beberapa gangguan neurologis dan psikologi yang menyebabkan seseorang menangis. Berikut adalah alasannya:

Gejala Dari Depresi

Depresi adalah gangguan suasana hati yang membuat seseorang larut dalam kesedihan hingga sering menangis. Hal ini bakal terjadi selama berminggu-minggu. Gejalanya meliputi, kesedihan, perasaan muram, putus asa, nggak berharga, nggak bertenaga, dan susah berkonsentrasi.

Kamu bakal menangisi hal yang terlihat sepele, padahal dalam hati bukan begitu. Air mata pun susah ditahan dan bakal keluar lebih banyak dari biasanya. Eits, ini baru depresi ringan ya. Karena orang dengan depresi berat bakal sulit untuk mengekspresikanya, termasuk sulit untuk menangis.

Anxiety atau Gangguan Kecemasan

Orang dengan gangguan kecemasan lebih sering merasa gugup dan khawatir, bahkan terjadi hampir setiap hari. Hal ini pun bisa membuat seseorang menangis sendiri. Ada pun gangguan gejala ini yaitu, gelisah berlebihan, ketegangan otot, mudah tersinggung, lelah setiap saat, susah konsentrasi, dan sulit tidur.

Gangguan Neurologi, Pseudobulbar

Pseudobulbar merupakan gangguan neurologi yang diakibatkan karena cidera pada bagian otak yang mengendalikan emosi seseorang. Sehingga apa yang dialami kadang nggak sesuai dengan yang diharapkan. PBA ini sering disalah artikan sebagai depresi karena memiliki gejala yang mirip.

Penyebab Hormon

Wanita lebih sering menangis dari pada pria karena hormon testosteron menghambat pria untuk menangis. Selain hormon, norma dan budaya pun menjadi perbedaan wanita dan pria soal menangis. Orang dengan simpatik tinggi terhadap kesejahteraan orang lain pun rentan menangis, daripada yang kurang simpatik.

Nah, kamu nggak bisa serta-merta mengidentifikasi bahwa dirimu mengidap salah satu dari poin di atas. Perlu konsultasi pada psikolog atau psikiater untuk mendiagnosis gejala yang kamu alami. Dengan begitu, kamu bakal dapat penanganan terbaiknya. (IB30/E05)