Kampung Bebas Rokok Bazarnas di Bantul

Tak hanya penduduk setempat, di kampung rokok ini pelintas atau tamu juga dianjurkan untuk tidak menyalakan rokok.

Kampung Bebas Rokok Bazarnas di Bantul
Kepala Rumah Sehat Baznas (RSB) Indonesia Meizi Fachrizal Achmad (kanan) didampingi tokoh masyarakat Bantul Mbah Tujilan (kedua dari kanan) meresmikan program "Kampung Tanpa Asap Rokok" di Dusun Sulangkidul, Desa Jetis, Kabupaten Bantul, Yogyakarta,

Inibaru.id – Menyikapi kekhawatiran masyarakat terhadap bahaya rokok, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meluncurkan program pemberdayaan masyarakat bertajuk Kampung Tanpa Asap Rokok (KTAR). Salah satunya bertempat di Dukuh Sulangkidul, Desa Jetis, Kabupaten Bantul, Yogyakarya.

Dilansir dari Republika.co.id, Senin (28/11/2017), Kepala Rumah Sehat Baznas (RSB) Indonesia, Meizi Fachrizal Achmad, menyatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari program “Zakat for Sustainable Development Goals (SDGs)”. KTAR menjadi salah satu dari 17 poin SDGs PBB bidang kesehatan.

Sejumlah warga sempat keberatan dengan program KTAR di Yogyakatrta, sehingga setiap ada kegiatan mereka lebih suka berada di luar ketimbang dalam rumah untuk menghindari imbauan tidak merokok.  Namun, tim RSB Yogyakarta memberi sosialisasi dan persuasi, yang berujung kesadaran warga.

Baca juga:
Ayo Njathil dan Selamatkan Kuda Lumping
250 Anak Muda dari 35 Negara Kumpul di Banyuwangi

Warga yang ingin merokok tak lagi melakukannya di tempat ibadah, sarana pendidikan, pekarangan, dalam rumah dan sejenisnya. "Ini dibuat agar seluruh warga, baik perokok maupun bukan, merasa nyaman," tuturnya.

Di kampung tersebut, larangan merokok juga berlaku bagi pendatang atau tamu yang berkunjung. Warung rokok juga ikut mendukung dengan tidak memasang poster dan iklan rokok, menganjurkan orang tua mengganti rokok dengan permen atau jamu, serta melarang anak-anak membeli rokok.

Kendati tak ada aturan yang mengikat, para warga sadar dengan sendirinya, atau merasa malu untuk merokok. Kalaupun ingin merokok, warga melakukannya dengan sembunyi-sembunyi agar tidak terlihat. Warga juga mulai menegur kalau ada pedagang lewat atau warga yang melintas sedang merokok.

Manajer RSB Yogyakarta dr Tria mengatakan, selama Januari-Oktober ini, Rumah Sehat Baznas sudah memiliki peserta yang terdiri atas 6.958 kepala keluarga (KK) atau 17.716 jiwa. Mereka berasal dari kalangan kaum duafa atau asnaf fakir dan miskin.  Dalam rentang waktu yang sama, RSB telah melayani total 37.297 penerima manfaat.

Baca juga:
16,4 Juta Keluarga di Indonesia Tidak Punya Jamban!
Sempat Tersendat, Bisnis Kuliner Olahan Sidat Raup Untung Berlipat

Pihaknya telah menyalurkan dana hampir Rp 2 miliar untuk pelayanan kesehatan gratis bagi 37.297 warga kurang mampu di Bantul dan sekitarnya. Ini adalah rumah sehat yang didirikan Baznas bekerja sama dengan Metro TV dan Universitas Islam  Indonesia (UII) Yogyakarta. Kedatangan tim Baznas Media Center (BMC) dan Humas Baznas pusat menjadi kejutan karena bertepatan dengan peringatan soft launching ke-6 RSB Yogyakarta.

Sedangkan pelayanan kesehatan luar gedung meliputi program seperti Unit Kesehatan Keliling, Program Anak Sekolah Sehat, Mitra Keluarga Pra Sejahtera, Tim Kesehatan Tanggap Bencana yang berkolaborasi dengan Baznas Tanggap Bencana (BTB). (GIL/SA)