Kali Pertama UTS Daring, Bikin Sambat 'Berjemaah'

Kali Pertama UTS Daring, Bikin Sambat 'Berjemaah'
UTS daring open book. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Semenjak ada corona, kegiatan kuliah dialihkan secara daring. Mahasiswa kini sudah nggak perlu lagi ke kampus. Lalu, gimana caranya kegiatan Ujian Akhir Semester (UTS) dilaksanakan? Simak yuk!

Inibaru.id - Namanya kuliah pasti nggak lepas dari ujian. Pada bulan April ini, beberapa kampus sudah mulai melaksanakan kegiatan Ujian Akhir Semester (UTS). Namun, semenjak ada aturan work from home, kegiatan kuliah dilakukan secara daring. Lalu, pelaksanaan UTS pun dilakukan dengan beragam cara.

Seperti pengalaman Depriyanto, mahasiswa semester 6 program studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang menjalankan UTS dengan mengerjakan soal-soal di rumah.

"Soal di-upload di Schoology atau Google Clasroom, mahasiswa mengerjakan di folio tulis tangan lalu difoto atau scan jadi format pdf, lalu di-upload," jelasnya melalui aplikasi pesan singkat (9/4).

Depri, panggilan akrabnya, mengaku senang karena soal bersifat open book. Namun dirinya juga mengaku sambat dengan koneksi internet yang terkadang buruk saat sedang mengunggah berkas UTS-nya.

Selain itu Depri juga merasa sedikit kesulitan bila harus memfoto tulisannya dan mengubah format berkasnya ke pdf. Namun, laki-laki itu menuturkan nggak semua soal dikerjakan dengan tulisan tangan. Ada juga jawaban yang dia ketik.

UTS daring menggunakan kertas folio lalu di-scan. (Inibaru.id/ Julia Dewi Krismayani)
UTS daring menggunakan kertas folio lalu di-scan. (Inibaru.id/ Julia Dewi Krismayani)

"Sejauh ini baru satu mata kuliah yang diketik jawabannya, tergantung dosen," ungkapnya.

Lain halnya dengan yang dirasakan Nur Sitha Afrilia, mahasiswa program Magister Ilmu Susastra di Universitas Diponegoro (Undip). Dirinya mengaku bahwa UTS di program magister yang dikerjakan berupa paper yang kemudian dipresentasikan melalui aplikasi Microsoft Teams.

"Rata-rata disuruh menyelesaikan paper. Ada juga yang setelah submit langsung dipresentasikan via Microsoft Teams," jelas gadis yang akrab dipanggil Sitha itu melalui aplikasi pesan singkat (12/4).

Namun Sitha mengaku bahwa UTS daring nggak terlalu beda dengan UTS biasa. Walaupun begitu, dirinya merasa presentasi UTS daring terasa sedikit ribet karena banyaknya gangguan teknis yang terjadi.

"Sebenarnya nggak beda banget, bisa dibilang mirip 80 persen sama kuliah biasa. Cuma karena presentasinya via daring jadi agak ribet karena faktor sinyal, ada juga teman yang speakernya kadang nggak jelas," jelasnya lagi.

Sitha juga menuturkan bahwa sebenarnya dirinya harus melakukan studi lapangan. Namun, karena adanya pandemi Covid-19, semua tugas difokuskan ke studi kepustakaan.

Lain halnya dengan Depri dan Sitha, Nur Aisyah, mahasiswa program studi Akuntansi Politeknik Negeri Semarang (Polines) mengalami nasib yang berbeda. Dirinya mengaku jika berdasarkan kalender akademik yang direvisi pada Rabu, 8 April 2020, UTS di kampusnya diganti dengan tugas mandiri.

"UTS-ku diganti tugas mandiri, soalnya di kalender akademik yang direvisi nggak ada jadwal UTS, adanya UAS," ungkap perempuan yang akrab dipanggil Aisyah itu melalui aplikasi pesan singkat (11/4).

Meskipun demikian, Aisyah mengaku dirinya belum paham betul dengan tugas yang dimaksud karena berdasarkan jadwal yang lama, UTS baru dimulai Senin, 13 April 2020.

Kalau kamu gimana Millens? Sudah UTS belum? (Julia Dewi Krismayani/E05)