Kalah Saing di Indonesia, Ade Resky Dwicahyo Pindah ke Azerbaijan Demi Tampil di Olimpiade

Kalah Saing di Indonesia, Ade Resky Dwicahyo Pindah ke Azerbaijan Demi Tampil di Olimpiade
Ade Resky Dwicahyo, pebulu tangkis Azerbaijan asli Indonesia yang tampil di Olimpiade Tokyo 2020. (Twitter/bolabangetidn)

Namanya sangat khas Indonesia, tapi, Ade Resky Dwicahyo yang merupakan atlet cabang bulu tangkis di Olimpiade Tokyo 2020 adalah wakil Azerbaijan. Mengapa dia harus pindah ke sana, ya?

Inibaru.id – Persaingan atlet bulu tangkis di Indonesia dikenal sangat ketat. Bagaimana nggak, tradisi juara di berbagai ajang bergengsi membuat atlet yang mewakili Indonesia haruslah yang terbaik. Ade Resky Dwicahyo tahu betul itu. Meski punya bakat dan tekad besar, ada bakat-bakat lain yang nggak kalah hebat sehingga membuatnya kalah saing di Indonesia.

Nama Ade Resky Dwicahyo jadi buah bibir warganet Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020. Nama, wajah, dan perawakannya sangat khas Indonesia. Tapi bendera yang dia bawa di Olimpiade adalah Azerbaijan, negara pecahan Uni Soviet yang ada di perbatasan Timur Tengah dan Eropa.

Ade Resky nggak asli orang Azerbaijan. Dia lahir dan tumbuh dewasa di Indonesia. Waktu di level junior, Ade sebenarnya sudah menunjukkan bakat besarnya di bulu tangkis. Berkali-kali dia mewakili Indonesia di kejuaraan level dunia.

Sayangnya, kesuksesan di level junior belum tentu bisa menjamin kesuksesan di level senior. Sudah jadi rahasia umum kalau level persaingan di pelatnas PBSI sangat hebat. Ade tahu diri dia bakal kesulitan untuk menembus persaingan tunggal putra yang saat ini dikuasai Anthony Sinisuka Ginting dan Jonathan Christie.

Saat ada tawaran untuk membela Azerbaijan, Ade pun nggak berpikir dua kali untuk menerimanya meski artinya dia harus menanggalkan kewarganegaraan Indonesia. Impian untuk rutin bertanding di ajang level dunia dan menembus olimpiade bisa dia raih di negara dengan Ibu Kota Baku tersebut.

Ade mewujudkan impiannya tampil di Olimpiade, meski mewakili Azerbaijan, bukannya negara kelahirannya, Indonesia. (Twitter/idextratime)
Ade mewujudkan impiannya tampil di Olimpiade, meski mewakili Azerbaijan, bukannya negara kelahirannya, Indonesia. (Twitter/idextratime)

“Kami punya banyak pemain di Indonesia dan aku nggak pernah bisa jadi nomor 1 di antara para junior. Jadi saya tidak bisa masuk tim nasional senior. Salah satu pelatih saya bertanya jika saya mau pergi ke negara lain untuk bermain. Azerbaijan memintaku bermain untuk mereka. Aku masih muda dan ingin berkembang, jadi saya menerimanya,” terang Ade di situs resmi Olimpiade.

Keputusan Ade berbuah manis. Dia terus berkembang di sana dan akhirnya meraih impiannya, bertanding di Olimpiade. Dia dan keluarganya mengaku bahagia bisa tampil di Olimpiade Tokyo 2020.

“Saya memiliki sebuah mimpi bahwa saya bisa pergi ke Olimpiade. Kami sudah bekerja keras selama dua tahun. Keluargaku bahagia, federasi juga sangat bahagia,” lanjutnya.

Pemuda asli Kendari, Sulawesi Tenggara ini masih berusia muda, 23 tahun. Di Tokyo, dia kalah dari Anders Antonsen asal Denmark dan menang dari Thien Minh Nguyeng dari Vietnam. Dia memang nggak melaju jauh di olimpiade ini, namun memiliki kesempatan besar untuk tampil kembali dan berprestasi di olimpiade-olimpiade atau ajang bergengsi lainnya.

Meski nggak lagi membela Indonesia, perjuangan Ade Resky demi tampil di Olimpiade ini patut diacungi jempol, ya, Millens. (Bol/IB09/E05)