Kalah dari Nepal, Timnas Putri Tak Lolos Pra-Olimpade 2020

Kalah dari Nepal, Timnas Putri Tak Lolos Pra-Olimpade 2020
Timnas Putri. (Instagram/timnasputri)

Timnas Putri kalah dari tiga pertandingan kualifikasi Olimpiade 2020 sehingga menjadi juru kunci grup. Pada laga terakhir, Timnas Putri juga nggak mampu membendung serangan dari Nepal.

Inibaru.id – Target Tim Nasional (Timnas) Putri Indonesia untuk mendapatkan poin di laga terakhir Grup A babak kualifikasi Olimpade 2020 gagal diraih. Timnas dikalahkan Nepal 1-2 di pertandingan yang dilangsungkan pada Selasa (9/4/2019) di Stadion Bahtoo, Mandalay, Myanmar.

Sebelum ini, Indonesia dipaksa menelan kekalahan 0-2 dari India di pertandingan pembuka yang berlangsung Rabu (3/4). Bahkan, tiga hari kemudian Timnas Putri dibantai Myanmar 0-6.

Goal.com, Rabu (10/4) menulis, kekalahan ini membuat Timnas Putri menjadi juru kunci. Dari tiga pertandingan yang telah dilalui, Garuda Pertiwi selalu dikalahkan lawan-lawannya. Timnas juga hanya mencetak satu gol namun menderita sepuluh gol.

Sementara itu, di pertandingan lainnya pada hari yang sama, tuan rumah Myanmar ditahan 3-3 oleh India. Hal ini membuat Myanmar menjadi pemuncak klasemen dan lolos ke babak berikutnya karena memiliki selisih gol lebih baik.

Tragedi Kartu Merah

Saat pertandingan melawan Nepal baru berjalan delapan menit, Timnas Putri sudah harus bermain dengan sepuluh pemain setelah penjaga gawang Riska Juliant mendapatkan kartu merah. Unggul jumlah pemain, Nepal pun terus membombardir pertahanan Timnas hingga akhirnya mencetak gol pada menit ke-36 melalui Sabrita Bhandari.

Timnas yang sudah tidak memiliki beban apapun mampu tampil ngotot dan menjaga pertahanan dengan baik. Bahkan, saat babak kedua baru dimulai, tepatnya pada menit ke-47, Baiq Amaitun mampu menyamakan kedudukan. Sayang, dua menit sebelum waktu normal berakhir Nepal kembali unggul lewat tembakan Sabrita Bhandari.

Meski nggak mendapatkan satu poin pun di babak kualifikasi kedua Pra-Olimpiade 2020, perjuangan Garuda Pertiwi patut untuk diacungi jempol, Millens. Mereka berjuang sepenuh tenaga dengan kondisi pembinaan sepak bola putri yang belum maksimal dan federasi yang sedang bermasalah seperti sekarang ini. Semoga pembinaan sepak bola putri lebih baik lagi ya! (IB09/E04)