Kala Letusan Gunung Kelud Menyambut Lahirnya Soekarno

Kala Letusan Gunung Kelud Menyambut Lahirnya Soekarno
Foto Soekarno saat muda dan setelah menjabat sebagai presiden pertama Indonesia. (Twitter.com/surgababy)

Setiap tanggal 6 Juni, masyarakat Indonesia merayakan hari kelahiran Soekarno. Ternyata, saat dilahirkan, Bapak Proklamator ini disambut dengan letusan Gunung Kidul. Menariknya, saat itu sang ibu sudah meramal Soekarno bakal jadi orang besar, lo.

Inibaru.id – Terdapat satu lukisan yang menjadi favorit Soekarno dan digantung di sebuah selasar menuju ke ruangan resepsi negara Istana Bogor. Lukisan itu bergambar bayi Hercules yang tengah dipangku ibunya dan dikelilingi oleh 14 perempuan-perempuan cantik dalam kondisi telanjang.

“Cobalah bayangkan, betapa bahagianya untuk dilahirkan di tengah-tengah 14 orang wanita cantik seperti ini,” kata Sukarno kepada Cindy Adams dalam buku Soekarno Penjambung Lidah Rakjat.

Lukisan itu pula yang kerap mengingatkan Soekarno pada hari kelahirannya, 6 Juni 1901. Berbeda dengan bayi Hercules yang lahir sambil dikelilingi perempuan cantik, Soekarno lahir dalam kondisi yang menyedihkan. Saat itu, ayah Soekarno, Soekemi Sosrodiharjo nggak mampu memanggil dukun beranak untuk membantu istrinya melahirkan. Alasannya karena nggak ada uang. Keluarga ayah Soekarno sangatlah miskin saat itu.

Sukarno memberi pidato sambutan di Pangkalan Angkatan Udara Andrews. (Kompas)
Sukarno memberi pidato sambutan di Pangkalan Angkatan Udara Andrews. (Kompas)

Beruntung, seorang kakek tua yang merupakan kawan dari sang ayah menolong proses kelahiran presiden pertama Republik Indonesia itu.

Sukarno tidak sama beruntungnya dengan Hercules. Pada waktu aku dilahirkan, tak seorang pun yang akan mengambilku ke dalam pangkuannya, kecuali seorang kakek yang sudah tua,” tulis Soekarno.

Hanya, kelahirannya diiringi dengan bencana besar. Dia dilahirkan saat Gunung Kelud meletus. Padahal, kediaman keluarga Soekarno hanya berjarak puluhan kilometer dari gunung tersebut.

Mitos tentang letusan ini menandakan lahirnya orang besar pun muncul. Meski begitu, dalam tradisi Bali yang masih diyakini ibunda Soekarno, Ida Ayu Nyoman Rai, letusan ini berarti berbeda. Gunung meletus adalah tanda bahwa rakyat telah melakukan maksiat. Hal ini membuat Soekarno berpikir jika Gunung Kelud sebenarnya nggak menyambut kehadirannya di bumi.

Letusan Gunung Kelud pada 2014 silam. (Youtube/Alex Rudiat)
Letusan Gunung Kelud pada 2014 silam. (Youtube/Alex Rudiat)

Dalam buku The X Files of Bung Karno, Membongkar Fakta yang Belum Terungkap oleh Nor Islafatun ditulis pula, Soekarno dijuluki “Putra Sang Fajar” karena waktu kelahiran terjadi pada 05.30 WIB atau tepat saat fajar akan terbit. Sang Ibu pun seperti mengutarakan doa dan ramalannya setelah melahirkan sang buah hati

"Kelak engkau akan menjadi orang yang mulia, engkau akan menjadi pemimpin dari rakyat kita, karena ibu melahirkanmu jam setengah enam pagi di saat fajar menyingsing. Kita orang Jawa mempunyai kepercayaan, bahwa orang yang dilahirkan di saat matahari terbit, nasibnya telah ditakdirkan terlebih dahulu. Jangan lupakan itu ! Jangan sekali-kali kau lupakan Nak, bahwa engkau ini putra sang fajar," kata ibu dari The Founding Father itu.

Gunung Kelud tercatat telah meletus beberapa kali sejak kelahiran Soekarno. Erupsi paling dahsyat terjadi pada 20 Mei 1919 yang memakan korban 5.160 orang dan merusak sekitar 15.000 hektare lahan produktif. Teranyar, pada 13 Februari 2020 lalu Gunung Kelud meletus pada pukul 22.50 WIB. Muntahan pasir, kerikil, dan hujan abu mencapai 15 kilometer.

Sejarah kelahiran Soekarno ternyata sangat luar biasa, ya Millens (Det/MG26/E07)