Kabar Paslon Bupati Kendal Terlibat Korupsi Bansos Sepenuhnya Hoaks

Kabar Paslon Bupati Kendal Terlibat Korupsi Bansos Sepenuhnya Hoaks
Debat Publik Putaran Pertama Pilkada Kendal 2020. Kontestasi pemilihan bupati di Kendal diwarnai isu bernada hoaks di media sosial hingga hari pemilihan 9 Desember kemarin. (Krjogja/Unggul Priambodo)

Menjelang pilkada yang dilaksanakan 9 Desember 2020 lalu, muncul kabar buruk yang menimpa Calon Bupati dan Wakil Bupati Kendal nomor urut 3 Tino Indra Wardoyoo dan Mukh Mustamsikin. Katanya, kedua calon itu terlibat korupsi bansos Kemensos. Benarkah?

Inibaru.id - Isu nggak sedap sempat menimpa Kontestan Pilkada Kendal 2020 nomor urut 03 Tino Indra Wardoyoo dan Mukh Mustamsikin. Isu ini dipicu adanya pesan berantai melalui Whatsapp yang menyebut pasangan calon nomor urut 3 ini terlibat kasus suap yang menimpa Mensos Juliari Batubara.

Pesan berantai tersebut berisi sebuah tangkapan layar unggahan Facebook milik akun Supri Yanto. Terdapat sebuah foto pamflet acara TVOne "Indonesia Lawyers Club (ILC)" dan disertai caption seperti berikut:

“Kabar gembira untuk kita semua, paslon no 3 ada ekstraknya (emoticon menutup mulut), lagi genting gentingnya di masa tenang, banyak kasus OTT para pejabat oleh KPK. Yang menohok sekali Pak Mensos yang kabarnya ada sangkut pautnya sama cakada Kendal, betulkah itu? Saksikan hanya di ILC, Selasa 8 Desember 2020, hanya di TV one.”

Bukti sebaran pesan berantai di Whatsapp. (Istimewa)
Bukti sebaran pesan berantai di Whatsapp. (Istimewa)

Di pamflet acara ILC tersebut juga terdapat judul “Korupsi Bansos Kemensos: Mengalir sampai Pilkada Kendal?”

Kabar miring tersebut kemudian ditelusuri lebih jauh. Untuk no WA 081213285XXX pengirim pesan berantai tadi sudah nggak bisa dihubungi. Selain itu nama akun Facebook Supri Yanti juga sudah nggak dapat ditemukan.

Bahkan untuk acara ILC yang tadi disebut akan menyiarkan acara korupsi bansos mensos ternyata hanya editan belaka. Di akun Twitter @tvonenews judul yang asli adalah “Dana Bansospun Dipungli”.

Berdasarkan penelusuran ini, bisa ditarik kesimpulan bahwa kabar yang menimpa Tino Indra Wardoyoo dan Mukh Mustamsikin bisa dipastikan sepenuhnya hoaks.

Pamflet palsu dan asli. (Istimewa)<br>
Pamflet palsu dan asli. (Istimewa)

Nah, untuk warga Kendal, jangan asal percaya dengan hoaks semacam ini ya. Kalau kamu menemukan isu lain yang mungkin bernada hoaks, silakan hubungi Inibaru.id untuk penelusuran lebih lanjut ya, Millens! (IB28/E03)