Jumlah Remaja Kecanduan Ponsel yang Dirawat di RSJ Solo Meningkat

Kasus kecanduan ponsel yang dialami anak-anak dan remaja semakin meningkat. Di RSJD Surakarta, Jawa Tengah, setiap hari ada satu atau dua pasien dengan keluhan tersebut yang datang untuk berobat.

Jumlah Remaja Kecanduan Ponsel yang Dirawat di RSJ Solo Meningkat
Anak kecanduan ponsel (Flickr/Anthony Kelly)

Inibaru.id – Jumlah pasien kecanduan ponsel yang dirawat di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) dr. Arif Zainudin, Surakarta, Jawa Tengah, semakin meningkat. Bahkan, Kepala Instansi Kesehatan Jiwa Anak Remaja RSJD Surakarta Aliyah Himawati menyebut kasus kecanduan ponsel di kalangan anak dan remaja semakin mengkhawatirkan.

“Sebenarnya, sejak tiga tahun lalu mulai terasa ada banyak pasien kecanduan ponsel. Hanya saja, belakangan jumlahnya meningkat dengan drastis,” ucap Aliyah ditulis laman Antaranews, Kamis (17/10/2019).

Berdasarkan penuturan Aliyah, dulu pasien yang datang dengan keluhan kecanduan ponsel umumnya baru ditemukan sekali dalam sepekan. Namun, kini hampir setiap hari ada pasien dengan masalah ini yang datang meminta bantuan.

“Sejak tahun ajaran baru ini saja sudah ada 35 remaja yang datang. Bahkan, dalam satu hari bisa satu atau dua anak datang untuk berobat,” jelasnya.

Aliyah menyebut gangguan yang dialami setiap pasien akibat kecanduan ponsel berbeda-beda. Ada yang sampai tidak menganggap kehadiran orang tuanya, ada yang nggak mau makan, nggak mau sekolah, atau ada yang hanya ingin ke sekolah karena di dalam sekolah ada WiFi sehingga bisa digunakan untuk bermain gim.

“Pasien yang tidak lagi menganggap keberadaan orang tuanya berpikir kalau dia turun dari langit layaknya yang ada dalam permainan di ponselnya,” ungkap Aliyah.

Di RSJD Surakarta, para pasien ini ada yang menjalani rawat inap hingga empat pekan. Lama penanganan ini sesuai dengan tingkat keparahan kecanduan ponsel yang dialami tiap pasien.

“Intinya pasien harus menyadari dulu kalau dia kecanduan ponsel. Setelah itu, dia menjalani farmakoterapi atau minum obat demi menyeimbangkan kembali neurotransmitter di dalam otaknya. Mereka juga harus ikut terapi perilaku,” katanya.

Khusus untuk pasien yang rawat jalan, mereka harus datang ke rumah sakit dua minggu sekali. Mereka diminta mematuhi anjuran pembatasan waktu penggunaan ponsel.

Duh, penggunaan ponsel memang mesti dibatasi ya, Millens. Kalau kecanduan, bakal panjang pengobatannya. (IB09/E04)