Jembatan di Singapura Roboh, Insinyur Asal Indonesia Dibui

Jembatan di Singapura Roboh, Insinyur Asal Indonesia Dibui
Robert Arianto Tjandra, Insinyur Indonesia yang dihukum di Singapura. (Wong Kwai Chow/straitstimes)

Robert Arianto Tjandra dinyatakan bersalah karena melakukan kelalaian yang berujung pada robohnya jembatan di ruas jalan tol PIE Singapura2017 lalu. Insiden ini menewaskan seorang pekerja.

Inibaru.id – Robert Arianto Tjandra, insinyur asal Indonesia divonis hukuman penjara 86 minggu dan denda uang SGD 10.000 atas insiden jembatan roboh yang ada di atas jalan tol Pan-Island Expressway (PIE) Singapura. Insiden yang menghebohkan Singapura ini terjadi pada 2017 silam.

CNN Indonesia, Selasa (3/12/19) menulis, pengadilan Singapura menyebut Robert bertanggung jawab pada insiden yang menewaskan seorang pekerja tersebut. Dia dianggap lalai karena tidak melaporkan cacat desain serta keretakan pada badan jembatan saat masih dibangun.

“Desain struktur bangunan adalah salah satu pilar industri konstruksi. Publik sangat bergantung pada perhatian dan kinerja orang-orang ini untuk memastikan keselamatan struktural infrastruktur publik,” ucap tim jaksa dalam pengadilan yang berlangsung pada Senin (2/12).

Robert mengaku bersalah atas tiga tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Tuduhan tersebut adalah kelalaian yang membahayakan keselamatan di tempat kerja, gagal melakukan langkah antisipasi dan uji coba untuk memastikan proyek berjalan sebagaimana mestinya, serta mengesahkan pekerja pembangunan meski atasannya belum memberikan persetujuan.

Sebagai informasi, jembatan yang dibangun di ruas tol PIE dan Tampines Expressway (TPE) ini runtuh pada 14 Juli 2017 dini hari. Insiden ini membuat satu pekerja konstruksi dari Tiongkok tewas dan 10 pekerja lainnya mengalami cedera.

Robert adalah subkontraktor dari CGP Consultans yang ikut terlibat dalam proyek ini. Dia memiliki tanggung jawab dalam menyiapkan pekerjaan proyek. Meski menyadari ada kesalahan dalam desain struktur pendukung jembatan, Robert justru mencoba untuk menyembunyikannya dari pihak berwenang di Singapura. Bahkan, Dia menambah instrumen pada struktur bangunan tanpa persetujuan. Alhasil, struktur jembatan pun roboh.

Selain Robert, lima orang lainnya dan seorang kontraktor utama, Kim Peow juga dinyatakan bersalah dalam kasus ini.

Semoga peristiwa ini bisa menjadi pelajaran ya, Millens! (IB09/E06)