Tragedi di Sinai Utara: Serangan Bom Keji pada Tengah Hari

Keji! Tanpa peringatan, mereka yang baru menunaikan Salat Jumat dibom, kemudian warga yang keluar dengan panik ditembaki. Ambulans yang datang untuk korban pun diserang.

Tragedi di Sinai Utara: Serangan Bom Keji pada Tengah Hari
Korban tewas dalam serangan teror di masjid Mesir (AFP)Korban tewas dalam serangan teror di masjid Mesir (AFP)

Inibaru.id – Mesir berduka. Stasiun televisi pemerintah Mesir mengabarkan, sekelompok milisi menyerang sebuah masjid di dekat al-Arish, Sinai Utara, Mesir, pada Jumat (24/11/2017) waktu setempat. Mereka meledakkan bom dan menembaki jamaah yang Salat Jumat di masjid itu.

Dilansir dari BBC, Jumat (24/11), serangan menewaskan setidak-tidaknya 235 orang, sedangkan 120 orang lainnya mengalami luka-luka. Dubes RI untuk Mesir Helmy Fauzi mengatakan, tak ada WNI yang menjadi korban.

"Berdasarkan pemantauan KBRI Kairo dan pelacakan melalui sumber keamanan Mesir, sejauh ini diperoleh informasi tak ada WNI yang menjadi korban serangan," kata Helmy, sekaligus menyatakan bahwa pemerintah Indonesia menyampaikan duka mendalam bagi korban dalam insiden ini.

Sebagian besar korban adalah jamaah yang baru saja selesai melaksanakan Salat Jumat, juga para perempuan, anak, dan beberapa peserta wajib militer. Pemerintah Mesir pun telah menetapkan masa berkabung selama tiga hari.

Baca juga:
Bunga Rafflesia di Bengkulu Sengaja Dirusak
Menjaring Ribuan Doktor lewat Pameran Pendidikan Islam

Kepada media Mesir, sejumlah saksi mata mengatakan, serangan terjadi di kota Bir al-Abed, tak jauh dari al-Arish. Sekelompok orang bersenjata menyerbu masuk ke dalam Masjid Al Rawdah dan meledakkan bom. Mereka juga menembaki ambulans yang datang untuk korban.

Sementara, warga setempat mengatakan, kelompok penyerang sepertinya menjadikan pemeluk Sufi sebagai sasaran. Namun, hingga saat ini belum ada yang mengonfirmasi siapa dalang di balik serangan keji tersebut.

Televisi swasta Mesir, Extra News, menyatakan, Presiden Abdul Fattah al-Sisi akan bertemu dengan para pejabat keamanan untuk membicarakan insiden ini.

Kelompok Militan

Dilansir dari Antaranews, Sabtu (25/11), sejak 2013 pasukan keamanan Mesir telah berjuang menangani afiliasi ISIS di Sinai Utara yang telah membunuh ratusan polisi dan tentara.

Menyerang masjid sepertinya telah menjadi perubahan taktik para milisi Sinai, yang sebelumnya menyerang tentara, polisi, serta gereja-gereja Kristen Koptik setempat.

Beberapa sumber lokal sebagaimana diberitakan Arabiya mengungkapkan, kelompok ekstrimis ISIS menarget jamaah beraliran Sufi yang menghormati para wali dan tempat-tempat suci, yang dianggap seperti penyembahan berhala.

Para teroris itu juga menyerang suku setempat beserta milisi mereka karena bekerja sama dengan tentara dan polisi sehingga teroris kanan itu menganggap mereka sebagai pengkhianat.

Cabang Sinai adalah salah satu cabang ISIS yang masih ada, setelah runtuhnya kekhalifahan yang diumumkan sendiri di Suriah dan Irak.

Baca juga:
Menjajal Sepeda yang Berjalan di Permukaan Air
Jeruk Bisa Berbuah Sepanjang Musim

Seluruh dunia mengecam kejadian ini, termasuk Indonesia. Kecaman dilontarkan para pemimpin negara-negara di penjuru dunia.

Presiden AS Donald Trump melalui akun Twitter-nya pada Jumat (25/11) mengatakan, serangan teroris itu mengerikan dan pengecut. "Dunia tidak dapat menoleransi terorisme, kita harus mengalahkan mereka secara militer dan mendiskreditkan ideologi ekstremis yang menjadi dasar keberadaan mereka," ungkap dia.

Sementara, Menlu Prancis Jean-Yves Le Drian yang juga mengecam kejadian ini menegaskan, Paris berada di pihak Mesir dengan sekutu-sekutunya. (GIL/SA)