Jelang Hari Tiroid Sedunia, Pita Tosca Edukasi Bahaya Gangguan Tiroid lewat Diskusi

Menjelang peringatan Hari Tiroid Sedunia pada 25 Mei mendatang, komunitas para pejuang gangguan tiroid menggelar diskusi dan seminar di Semarang, Jawa Tengah. Apa saja yang mereka bicarakan?

Jelang Hari Tiroid Sedunia, Pita Tosca Edukasi Bahaya Gangguan Tiroid lewat Diskusi
Pita Tosca bersama para panelis berfoto bersama seusai diskusi berlangsung. (Artika Sari/Inibaru.id

‌Inibaru.id - Komunitas Pita Tosca menggelar Diskusi dan Edukasi Kesehatan Tiroid untuk rangka memperingati Hari Tiroid Sedunia pada Minggu (13/5/2018). Diskusi yang digelar di Ballroom Borobudur 1, Hotel Santika Premier, Semarang, Jawa Tengah, ini juga sekaligus menjadi bagian dari Pekan Peningkatan Kesadaran Tiroid Internasional.

Pita Tosca merupakan wadah bagi para pejuang gangguan tiroid se-Indonesia. Berdiri pada 26 Oktober 2014, komunitas ini berpusat di Perumahan Kebantenan Indah Blok 5D no 11 RT 005 RW 014, Jalan Bronco Buntu, Jatiasih, Bekasi 17432.

Dengan tema "Deteksi Dini dan Penanganan Gangguan Tiroid #PeriksaLeherAnda", secara keseluruhan ada empat pembicara yang dihadirkan dalam diskusi ini, yakni dr Tjokorda Gde Pemayun Sp PD KEMD FINASIM, dr Gani Gunawan Sp KN M Kes, dr Yan Wisnu Prajoko Sp B(K)Onk, M Kes, dan dr Niken Puruhita M Med Sc Sp GK.

Acara berlangsung dari pukul 08.00-14.00 WIB dan terbagi dalam dua sesi diskusi, sesi tanya jawab, sesi permainan, dan sesi perilisan buku 101 Pertanyaan dan Jawaban Seputar Radiotiroablasi dari Pasien untuk Pasien karya dr Ivana Dewi M Sp Kn M Kes.

Acara yang diikuti 92 peserta itu diawali dengan dr Tjokorda Gde Pemayun yang menjelaskan tentang jenis-jenis gangguan kalenjer tiroid secara global. Dr Tjokorda menjelaskan jenis gangguan itu meliputi struma nodosa, strauma nodosa retrosternal, struma nodosa dan difusi, serta kista tiroid.

"Gangguan ini muncul karena pengidap kurang asupan yodium, mengonsumsi obat tertentu, merokok, stres, infeksi, memiliki riwayat keluarga kembar, dan faktor genetik," ungkapnya.

Diskusi dan Edukasi Kesehatan Tiroid untuk rangka memperingati Hari Tiroid Sedunia pada Minggu (13/5/2018). (Artika Sari/Inibaru.id

Salah seorang panelis lain, dr Yan Wisnu Prajoko, memaparkan tentang cara-cara sederhana untuk mendeteksi gangguan tiroid. Salah satunya, terang Wisnu, adalah dengan bercermin, apakah ada benjolan di bawah jakun. Jika sulit dilihat, lanjutnya, kita bisa merabanya. Benjolan akan ikut bergerak jika kita melakukan gerakan menelan.

"Jangan buru-buru panik karena nggak setiap benjolan berbahaya. Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendeteksi apakah benjolan itu jinak atau ganas," jelas dia.

Sementara, dr Niken Puruhita menegaskan tentang pentingnya menjaga pola makan dalam diskusi tersebut.

"Hindari makanan dari olahan tepung seperti mie dan roti, kuning telur, makanan laut, daging yang diawetkan, dan kacang merah. Hindari juga bumbu instan, kecap, saus, terasi, dan petis," kata Niken, sapaan akrabnya, mengakhiri diskusi.

Kesadaran Masyarakat

Koordinator Pita Tosca Regional Jateng-DIY Kartika Sari mengungkapkan, diskusi ini penting digelar secara rutin bagi masyakat untuk menumbuhkan kesadaran mereka akan pentingnya menjaga kesehatan kalenjer tiroid. Selain diskusi dan seminar, ungkap Kartika, Pita Tosca juga rajin mengadakan pertemuan antaranggota.

"Dari pertemuan itu, kalau ada anggota yang memerlukan bantuan keuangan, kami pasti bantu, misalnya dengan menggalang dana," akunya.

Peserta Diskusi dan Edukasi Kesehatan Tiroid untuk rangka memperingati Hari Tiroid Sedunia. (Artika Sari/Inibaru.id)

Yohani, salah seorang peserta dari Pati, mengaku senang dengan adanya diskusi ini. Sejak divonis menderita ca tiroid setahun silam, dia mengaku bingung mengatur apa yang harus dan nggak boleh dimakannya.

"Semula saya nggak tahu gimana ngatur pola makan, apa yang boleh dimakan, mana yang sebaiknya dibatasi, dan mana yang nggak boleh dimakan," tutur perempuan 21 tahun itu.

Selain diskusi dan seminar, Pita Tosca juga berencana menggelar pertemuan antaranggota di Jakarta pada Juli mendatang, dan seminar di Bandung serta Makassar pada September.

Nah, kalau kamu berminat mengulik lebih lanjut tentang Pita Tosca, kamu bisa langsung bergabung dengan laman Facebook mereka atau mengirim pos-el ke info@pitatosca.org. Yuk, lebih peduli dan waspadai keberadaan tiroid! (Artika Sari/E03)