Jateng Segera Menuju Provinsi Layak Anak

Kekerasan pada kaum perempuan dan anak masih menjadi permasalahan krusial di Indonesia.

Jateng Segera Menuju Provinsi Layak Anak
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. (Foto: waktuku.com)

Inibaru.id - Di era global yang melek informasi ini harusnya juga dibarengi dengan pandangan yang lebih luas. Sekat antargender juga sudah seharusnya benar-benar terkikis dan mencapai kesetaraan. Namun demikian, ternyata perempuan dan anak masih saja dianggap sebagai sosok-sosok inferior.

Kekerasan pada kaum perempuan dan anak itu masih saja terjadi. Ini menjadi permasalahan krusial yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Usaha mencegah dipandang lebih penting dibandingkan menangani permasalahan saat sudah terjadinya peristiwa kekerasan kaum yang masih dianggap kelas kedua itu.

Hal ini juga menjadi fokus Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng), khususnya dalam hal bagaimana menanggulangi kekerasan pada anak, salah satunya dengan menjadikan Jateng sebagai provinsi layak anak sebagaimana diungkapkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Wisma Perdamaian, Semarang, Senin (21/8/2017) lalu.

“Programnya adalah bagaimana Pemda berinvestasi untuk melakukan pencegahan kekerasan, khususnya pada anak,” terang Ganjar.

Dikonfirmasi usai menghadiri Lokakarya Investasi Pembiayaan Pembangunan untuk Perlindungan Anak, dirinya menjelaskan, Jateng direncanakan akan menjadi pilot project sebagai Provinsi Layak Anak (PLA).

Karena itulah, ia menegaskan, Pemprov harus segera menyiapkan anggaran, program, dan sistemnya, agar kemudian hal tersebut bisa tercapai.

“Sekarang yang dikerjakan yaitu menemukan formulasi yang tepat tentang infrastuktur yang dibutuhkan, program yang akan dijalankan, dan tata nilai seperti apa yang diperlukan, itu yang nantinya akan dikembangkan,” paparnya sebagaimana dikutip dari Asatu.id.

Menurut Ganjar, kondisi anak sekarang ini cukup memprihatinkan, karena misalnya saat disuruh menyanyi, ternyata pilihan lagunya “Bojoku Galak”. Ini karena mereka tidak punya pilihan lagu lain yang dianggap menarik.

“Lalu kita akan menyalahkan siapa? Kalau mereka para pencipta lagu menciptakan lagu anak bagaimana? Atau sekarang Pemda menyiapkan program-program untuk membuat atau cipta lagu-lagu anak, misalnya dalam bentuk lomba-lomba di sekolah, agar siswanya menyenangi lagu anak. Pilihan lainnya, mencegah anak-anak kita agar tidak terlibat pada hal-hal yang belum saatnya diketahui, contohnya ada soal pornografi, penggunaan medsos (media sosial) yang berlebihan, sehingga justru mendapatkan pengalaman yang buruk,” terangnya.

Tidak hanya itu, ia melanjutkan, anak-anak pun perlu diajari menghormati sesama teman agar tidak terjadi lagi kejadian bullying antarteman. Ini menjadi tugas utama dari pemerintah, sekolah, masyarakat, dan orang tua.

Ia menambahkan, keterlibatan semua pihak tersebut coba didorong untuk memberikan kontribusinya agar bisa mencegah kekerasan pada anak.

“Jawa Tengah layak anak ini rencananya mau di-launching kira-kira tahun depan. Untuk itu, Pemprov menyiapkan agar setiap Kabupaten/Kota juga bersiap-siap untuk hal tersebut,” pungkas dia. (OS/IB)