Januari Sudah Dua Minggu, Kota Ini Baru Rasakan Matahari Pertama 2021

Januari Sudah Dua Minggu, Kota Ini Baru Rasakan Matahari Pertama 2021
Murmansk baru bisa menikmati sinar matahari pertama 2021 dua minggu setelah tahun baru. (Flickr/ Sergei Gussev)

Januari sudah berlalu lebih dari dua minggu, namun masyarakat kota ini baru bisa merasakan hangatnya sinar matahari pertama tahun 2021. Kok bisa, ya?

Inibaru.id - Pernah nggak kamu terpikir kalau ada kota yang baru bisa menikmati sinar matahari pertama 2021 meski Januari sudah berlalu beberapa minggu? Meski terlihat aneh, hal ini beneran terjadi, lo. Di salah satu kota di Rusia bernama Murmansk, warganya baru bisa merasakan hangatnya sinar matahari pertama 2021 pada Senin (11/1/2021) lalu. Kok bisa, ya?

Jadi gini, Millens. Murmansk itu masuk dalam lingkaran Arktik alias sudah dalam wilayah Kutub utara. Lokasinya ada di barat laut Rusia. Kalau di musim panas, kota ini mengalami fenomena unik matahari yang bersinar terus tanpa pernah tenggelam selama 63 hari. Nah, kalau di musim dingin seperti sekarang ini, malam bisa berlangsung terus-menerus selama 40 hari.

Nah, kebetulan, pada Senin (11/1) lalu, siklus 40 malam berturut-turut tanpa matahari saat musim dingin berakhir di Murmansk. Sinar matahari kembali bisa mereka rasakan usai lebih dari satu bulan terus-menerus mengalami kegelapan.

Pada hari itu, warga Murmansk bergegas keluar rumah untuk melakukan tradisi tahunan menyapa matahari terbit pertama di musim dingin. Hanya, karena kondisi di luar ruangan masih musim dingin dengan alam yang masih membeku, jangan kira sinar matahari terasa, ya Millens.

Murmansk mengalami musim dingin sangat panjang sehingga membuat sinar matahari nggak terlihat dalam waktu yang cukup lama. (Flickr/

Tom Thiel)
Murmansk mengalami musim dingin sangat panjang sehingga membuat sinar matahari nggak terlihat dalam waktu yang cukup lama. (Flickr/ Tom Thiel)

"Hanya orang yang tinggal di ujung utara bumi yang bisa mengapresiasi dan mengagumi sinar matahari pertama setelah sekian lama. Malam kutub yang panjang berakhir di Murmansk hari ini," terang salah seorang warga kota.

Karena lokasinya yang di wilayah Kutub Utara, tentu saja alam Murmansk sangat berbeda dengan Indonesia. Selain salju abadi, ada juga tundra. Biasanya, sebelum malam musim dingin yang panjang, stepa akan berubah warna menjadi merah jambu yang sangat indah.

Murmansk hanya berjarak 182 km dari perbatasan Finlandia. Di kota ini, musim dingin terpanjang bisa berlangsung hingga 9 bulan. Kota ini dikenal sebagai tujuan sistem transportasi umum bus paling utara di dunia. Di musim dingin, suhu udaranya pernah mencapai -39 derajat Celcius. Sementara itu, saat musim panas di bulan Juli, suhu udaranya biasanya nggak sampai melebihi 18 derajat Celcius.

Ternyata, ada ya kota yang bisa gelap gulita selama lebih dari satu bulan dengan suhu udara yang sangat rendah. Warga Murmansk pasti sangat menikmati matahari pertama 2021, ya Millens.  (Kom/IB28/E07)