Jangan Sembarangan, Diet Puasa Juga Ada Risikonya

Jangan Sembarangan, Diet Puasa Juga Ada Risikonya
Ilustrasi diet. (Kompas/ Wand_Prapan)

Bisa dibilang, diet puasa itu gampang gampang susah. Selain itu, diet ini juga punya risiko yang cukup banyak.

Inibaru.id – Selain diet mayo atau diet mediterania, diet puasa juga tenar di kalangan pejuang diet. Jenis diet yang juga disebut intermittent fasting ini mengatur pola makan dengan cara berpuasa makan selama 16 jam, tapi kamu masih bisa mengonsumsi minuman.

Diet puasa ini disebut bisa membantu tubuh mengendalikan tekanan darah dan kolesterol karena tubuh melakukan pembakaran lemak lebih efektif saat puasa. Hormon insulin juga lebih sensitif terhadap makanan dengan diet puasa.

Namun, ada pula beberapa efek samping yang bakal kamu rasakan saat awal melakukan diet puasa ini.

Mudah Lapar

Ketika pertama memulai diet puasa, level ghrelin atau hormon yang meningkatkan nafsu makan akan terus bertambah sehingga kamu merasa lapar. Hal ini diungkapkan ahli gizi teregistrasi Stephanie Ferrari.

“Selama 3-5 hari awal akan terasa sangat buruk, namun akan ada waktu di mana kamu mencapai jendela makan dan tidak lagi merasa lapar,” kata Stephanie.

Kamu bisa mengatasinya dengan memperbanyak minum air putih pada satu hingga dua minggu pertama. Dengan minum air putih yang banyak, perut akan terasa kenyang dan membuatmu tetap terjaga dari kantuk seperti ditulis Kompas.com, Selasa (5/3/2019).

Sakit Kepala

Sakit kepala adalah hal yang biasa dirasakan saat melakukan diet puasa. Ini terjadi karena tubuh sedang membiasakan diri dengan jadwal makan baru.

Menurut Stephanie, sakit kepala bisa disebabkan level gula darah yang menurun serta banyaknya hormon stres yang dilepaskan otak ketika puasa. Seiring berjalannya waktu, tubuh akan terbiasa dengan jadwal makan baru itu, kok.

Kurang Tenaga

Saat diet puasa, tubuh akan terasa lemas dan kurang bertenaga karena sebelumnya kamu terbiasa makan sepanjang hari. Kurangnya tenaga itu didasari karena tubuh nggak lagi mendapatkan asupan bahan bakar secara konstan.

Untuk mengatasinya, pastikan kamu nggak melakukan banyak kegiatan yang menghabiskan terlalu banyak energi, terutama pada minggu awal. Hindari olahraga berat, gantilah dengan berjalan kaki.

Merasa Kedinginan

Stephanie mengatakan, kondisi gula darah menurun lantaran berpuasa membuatmu lebih sensitif dan mudah merasa kedinginan. Lawan rasa kedinginan tersebut dengan minum teh, mandi air hangat, menggunakan pakaian berlapis, dan menghindari berada di luar ruangan ketika dingin dalam waktu yang lama.

Rasa Terbakar, Kembung, dan Sembelit

Diet puasa dapat menyebabkan konstipasi atau sembelit jika tubuh nggak cukup terhidrasi. Kalau sudah begitu, kamu bakal kembung dan nggak nyaman. Stephanie menyarankan, banyaklah minum air putih untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. Pastikan kamu cukup tidur dan nggak makan makanan berminyak serta pedas supaya nggak memperburuk rasa terbakar tersebut, Millens.

Makan Berlebih

Orang-orang yang baru melakukan diet puasa cenderung makan secara berlebihan. Hal ini bisa disebabkan karena mereka menganggap besaran kalori nggak berpengaruh pada dietnya. Bisa juga karena terlalu lapar sehingga sangat bersemangat saat bertemu makanan.

Gejala-gejala ini biasanya terjadi hanya seminggu atau maksimal tiga minggu awal. Untuk menghindarinya, kamu bisa makan secara bertahap sehingga diet puasa akan terasa sehat. Dengan makan secra bertahap, nafsu makan bakal berkurang, ketajaman mental bertambah, lingkar pinggang juga mengecil.

Eits, meski dinilai cukup efektif, diet puasa nggak diperuntukkan untuk semua orang lo. Ibu hamil, penderita diabetes, ibu menyusui, dan anak-anak nggak boleh melakukan diet ini. Penderita penyakit kronis juga harus konsultasi terlebuh dahulu ke dokter sebelum berdiet.

Sobat Millens pernah atau justru sedang melakukan puasa diet ini nggak? (IB24/E04)