Jangan Salah, Sepatu Bata Ternyata Bukan Merek Asli Indonesia, Lo

Jangan Salah, Sepatu Bata Ternyata Bukan Merek Asli Indonesia, Lo
Toko sepatu Bata di Praha, Republik Cheska. (Lonelyplanet)

Namanya sangat khas Indonesia. Tokonya juga tersebar di berbagai penjuru Tanah Air. Hanya, sepatu Bata ternyata bukan merek asli Indonesia, lo. Bata ternyata asli dari Eropa. Kok bisa, ya?

Inibaru.id - Siapa sih yang nggak kenal dengan merek sepatu Bata? Meski lebih akrab bagi anak 90-an, masih banyak kok anak-anak sekolah zaman sekarang yang memakainya. Produk sepatunya dianggap nggak ketinggalan zaman dan bisa dijangkau banyak lapisan masyarakat.

Saking lakunya di Indonesia, produk sepatu ini dianggap sebagai produk lokal. Bagaimana tidak, gerai penjualan produknya saja tersebar hampir seantero Indonesia. Warna logo Bata juga merah dan putih, Indonesia banget, kan?

Hanya, anggapan bahwa Bata adalah produk kebanggaan anak bangsa ternyata nggak tepat Millens. Realitanya, Bata ternyata berasal dari luar negeri, tepatnya dari Republik Cheska. Jauh juga, ya?

Produk sepatu Bata kali pertama dijual di Indonesia pada 1939 alias sebelum Indonesia merdeka! Saat itu, Bata memiliki dua pabrik produksi yang berlokasi di Kalibata, Jakarta Selatan dan Medan, Sumatera Utara. Dari lokasi pabrik di Kalibata itulah banyak orang mengira jenama ini asli Indonesia.

Bata atau T&A Bata Shoe Company itu tercatat pertama beroperasi di Kota Zlin, Cekoslowakia pada 1894. Produk ini didirikan dua bersaudara Anna dan Antonin Bata. Jenama yang dipakai ternyata berasal dari nama keluarga sang ayah, yakni Tomas Bata.

Toko sepatu Bata di Republik Cheska. (Flickr/

Aris Jansons)
Toko sepatu Bata di Republik Cheska. (Flickr/ Aris Jansons)

Di Indonesia, Bata berkembang sangat pesat. Dua pabrik yang ada bisa menghasilkan 7 juta pasang sepatu tiap tahun. Jumlah itu terdiri atas 400 model dengan jenis dan bahan yang berbeda-beda.

Namun, pada 1978, Bata yang merupakan perusahaan dengan status penanaman modal asing (PMA) mendapat hadangan dari berbagai pihak. Penghadangan itu bahkan sampai memunculkan boikot dan larangan dijual secara bebas di pasaran.

Dengan adanya masalah itu, para penyalur produk sepatu Bata yang bekerja sama melalui sistem konsinyasi akhirnya mengambil alih jenama Bata dan mulai menjualnya dengan status izin dagang. Perusahaan Bata pun akhirnya berubah status menjadi PT Sepatu Bata yang merupakan perusahaan penanaman modal dalam negeri. Hal ini berarti, kalau sepatu Bata disebut sebagai produk dalam negeri, sebenarnya juga bisa dianggap benar meski pada awalnya merek ini memang berasal dari luar negeri.

Saat ini, sepatu Bata sudah terjual di lebih dari 50 negara. Sepanjang sejarah, Bata tercatat menjual lebih dari 14 miliar pasang, lo. Wah, merek ini ternyata benar-benar sukses, ya?

Kamu termasuk yang masa kecilnya sering memakai sepatu Bata nggak, Millens? Hm, atau jangan-jangan sampai saat ini pun kamu masih setia memakai produk-produknya, nih? (Bri/IB03/E07)