Jangan Salah, Dua Faktor Ini Bukan Jadi Penyebab Utama Perut Buncit!

Jangan Salah, Dua Faktor Ini Bukan Jadi Penyebab Utama Perut Buncit!
Perut buncit. (Hearstapps)

Perut buncit bikin penampilan nggak asyik. Namun, terkadang orang salah mengartikan penyebab utama perut buncit.

Inibaru.id - Menumpuknya lemak pada tubuh yang menyebabkan perut buncit dipercaya meningkatkan risiko penyakit, mulai gangguan jantung, tekanan darah tinggi, stroke, kanker payudara, hingga kanker usus besar. Banyak orang kemudian mencari tahu, gimana cara menanggulanginya?

Di balik bahaya yang mengancam, perut buncit juga membuat penampilan seseorang jadi kurang sedap dipandang. Namun demikian, ada sejumlah anggapan tentang perut buncit yang tersebar di tengah masyarakat, yang sejatinya salah kaprah. Apa saja?

Faktor Genetik

Perut buncit karena faktor genetik? (Thehealthy)
Perut buncit karena faktor genetik? (Thehealthy)

Anggapan yang sering didengar mengenai perut buncit adalah faktor genetik. Anggapan ini nggak sepenuhnya salah, tapi nggak bisa dibilang betul juga. Ehm, mungkin lebih tepat kalau disebut pembenaran kali ya! Ha-ha.

Faktor genetik memang berperan dalam meningkatkan risiko melebarnya lingkar perut seseorang. Namun, masalah ini sebetulnya bisa dipatahkan dengan berbagai upaya yang bisa kamu lakukan, kok. Ini seperti dikatakan Michael Triangto dalam podcast bertajuk Mengecilkan Perut Buncit.

Menurut ahli kedokteran olahraga itu, faktor genetik tetaplah ada. Namun, bakal dibiarkan atau kita mau memiliki badan yang lebih baik, semua itu tergantung upaya tiap orang.

So, kamu boleh saja punya bakat buncit. Namun, kamu juga bisa keluar dari faktor genetik itu selama kamu terus berusaha meminimalisasi risiko.

Karena Sering Makan Malam

Makan malam dipercaya menyebabkan perut buncit. Benarkah? (Healthline)
Makan malam dipercaya menyebabkan perut buncit. Benarkah? (Healthline)

Banyak orang menghindari makan malam biar perut nggak buncit. Padahal, kebiasaan untuk nggak makan malam bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan.

"Kalau kita mau membandingkan antara makan dan tidak makan (di malam hari), tentu kemungkinan menjadi gemuk akan muncul saat kita makan," kata Michael. "Namun, bukan berarti kamu bisa begitu saja menghindari makan malam."

Michael menerangkan, setiap kurun waktu empat jam tubuh akan mengalami penurunan kadar gula. Jadi, kalau kamu melewati makan malam, berarti kamu membiarkan tubuh merasa lapar selama lebih dari 10 jam.

"Misal, makan terakhir pukul 18.00 WIB, lalu dibiarkan lapar hingga pagi, berarti perut dibiarkan lapar selama 12 jam," ujar Michael.

Alih-alih mengurangi risiko perut buncit, kebiasaan menghindari makan malam justru bikin tubuhmu kalap pada pagi hari. Rasa lapar yang tertahan selama berjam-jam membuatmu kalap mengonsumsi makanan apapun dan bisa berisiko perut buncit.

Maka, bijaklah, Millens. Kamu tetap bisa makan malam, tentu saja dengan sejumlah pembatasan. Jangan percaya mitos, apalagi kalau justru bikin kamu nggak bersemangat menghilangkan perut buncit! (IB24/E03)