Jangan Lupakan Marsinah!

Seorang perempuan buruh pabrik arloji menggerakkan teman-temannya menuntut kenaikan gaji, 25 tahun lalu. Beberapa hari setelah demo itu, tepatnya 8 Mei 1993 dia ditemukan tewas di pinggir hutan. Marsinah namanya, dan dia dikenang sebagai simbol perjuangan kaum buruh.

Jangan Lupakan Marsinah!
Melukis foto Marsinah (marsinahfm.blogspot.com/bintang.com)

Inibaru.id –  Sepanjang sejarah perburuhan di Indonesia, nggak ada kematian seorang buruh yang begitu menggegerkan publik secara nasional, bahkan internasional, selain kematian Marsinah. 8 Mei 1993, tepat seperempat abad lalu, buruh pabrik arloji PT Catur Putra Surya (CPS) di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur setelah menghilang selama tiga hari ditemukan tewas di sebuah gubuk di pinggiran hutan Wilangan, Dusun Jegong, Kecamatan Wilangan Nganjuk, Jawa Timur. Tanda bekas penyiksaan berat ditemukan di jenazah Marsinah.

Marsinah  jadi korban pembunuhan berencana karena memperjuangkan hak buruh. Selanjutnya, dia jadi simbol perjuangan kaum buruh.

Bagaiamana penanganan kasus Marsinah? Seperti dikutip dari Kumparan.com (8/5/2018), sejumlah tersangka dijatuhi vonis belasan tahun penjara oleh pengadilan. Namun, satu tersangka dinyatakan bebas di Pengadilan Tinggi dan tersangka lainnya dinyatakan bebas murni di tingkat kasasi Mahkamah Agung.

Perlu Millens tahu, putusan itu bikin sejumlah pihak tidak puas dan menuding kasus ini direkayasa. Desakan untuk mengusut tuntas pembunuh Marsinah pun terus didengungkan dari tahun ke tahun oleh aktivis HAM.

Tahun ini pun, tuntutan pengusutan tuntas masih digaungkan. Salah satunya yaitu Sekjen Federasi Serikat Buruh Lintas Pabrik (FBLP) Dian Septi Trisnanti, satu dari 25 perempuan pembela demokrasi, mendesak pemerintah dan Komnas HAM mengusut kembali kasus Marsinah.

“Ini kan kasus lama, semestinya bukti-bukti sudah cukup, pembongkaran makam Marsinah semestinya sudah cukup,” jelas Dian Septi kepada law-justice.co di Jakarta (4/5), seperti dikutip Kumparan.com (8/5).

Selain itu, untuk memperingati 25 tahun kematian Marsinah dan mengenang perjuangannya, masyarakat mengadakan aksi peringatan Marsinah di Taman Aspirasi Monas, Jakarta Pusat, Selasa (8/5), sekitar pukul 14.00 - 17.00 WIB.  Informasi soal aksi itu diunggah akun Instagram @Jaringanmuda, Senin (7/5).

"Marsinah tidak hanya harus diingat, namun diterjemahkan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan buruh. Kematian ‪#marsinah adalah wujud keji bagi hubungan industri. Marsinah adalah keberanian utk mendobrak kungkungan kebebasan berserikat," bunyi potongan unggahan tersebut.

Menanggapi desakan pengusutan kembali kasus Marsinah, Komisioner Komnas HAM Amiruddin Al Rahab mengatakan akan mempelajari terlebih dahulu kasus Marsinah.

“Wah aku mesti pelajari dulu,” jawab Amiruddin singkat.

Nah, Millens, mari sama-sama berharap kasus ini segera terusut tuntas. Meskipun Marsinah sudah “pergi” 25 tahun lalu, kejahatan yang membuatnya jadi korban tetaplah kejahatan yang harus diusut seadil-adilnya. Sepakat, bukan? (IB02/E04)