Jangan <i>Ngoyo</i> untuk Terlihat Sempurna, Ini 3 Alasan Logisnya
Jangan bebani dirimu dengan hal yang nggak penting karena kamu berhak bahagia dengan merdeka! (Pixabay)

Jangan Ngoyo untuk Terlihat Sempurna, Ini 3 Alasan Logisnya

Sudah menjadi hal yang wajar ketika seseorang mengupayakan segala hal agar bisa menyenangkan orang-orang di sekitarnya. Namun, semua itu kadang nggak diimbangi dengan kesadaran akan kapabilitas dirinya yang terbatas. Nah, buat kamu yang terbiasa “ngoyo” agar terlihat sempurna, ini alasan logis untukmu supaya sadar bahwa manusia tetaplah makhluk yang memiliki keterbatasan.

Inibaru.id – Kamu pernah berusaha mati-matian demi terlihat sempurna dan menyenangkan orang lain? Kalau iya, lebih baik kamu berhenti melakukannya karena nggak jarang kamu jadi mengabaikan kebahagianmu sendiri. Ada tiga alasan logis yang bisa kamu pertimbangkan biar kamu nggak selalu ngoyo untuk terlihat sempurna.

Kamu (Cuma) Manusia yang Punya Limit

Kebanyakan orang terlalu fokus membahagiakan orang lain tanpa menyadari bahwa dirinya memiliki keterbatasan. Bahkan, banyak juga yang mengabaikan kepentingan sendiri demi mengutamakan orang lain. Padahal, setiap jiwa dan ragamu juga punya hak untuk diperhatikan.

Suka atau nggak suka, kamu itu cuma manusia yang memiliki keterbatasan. Bukan boneka atau robot yang bisa dimaanfaatkan orang lain untuk kebahagiaan mereka. Kamu punya kehidupan sendiri yang harus diprioritaskan.

Kesempurnaan Hanya Milik Tuhan

Sudah sering dengar kalimat ini kan? Kesempurnaan hanya milik Tuhan. Jadi, ngapain kamu harus mati-matian menjadi sempurna. Sudah, nikmati saja peranmu sebagai manusia. Lakukan tugasmu sebaik mungkin tanpa harus memaksakan diri menjadi sempurna.

Ingat bahwa tubuh dan pikiranmu punya hak untuk beristirahat. Jangan sampai ambyar karena terlalu fokus memikirkan kesenangan orang lain. He-he

Kamu Unik dan Merdeka!

Setiap manusia terlahir sebagai pribadi yang unik. Sekalipun dua orang terlahir kembar, nggak mungkin kan keduanya sama dengan identik dari segi kepribadian? Nggak ada yang sama. Kamu mungkin nggak punya otak cemerlang yang sanggup mengatasi semua soal matematika dengan sempurna. Tapi kamu jago dalam hal olahraga. Jadi, hargai kelebihanmu.

Kamu juga orang yang merdeka. Kamu bebas melakukan keinginanmu dengan penuh tanggungjawab. Tapi bukan berarti kamu bisa mengabaikan saran baik orang lain buatmu ya. Kamu harus pandai-pandai mencernanya. Mana kritikan membangun mana celaan belaka.

Nah, gimana, Millens? Tiga hal di atas cukup logis kan untuk menyadarkanmu? (IB23/E05)