Jangan Dulu Panik, Ini yang Harus Dilakukan Saat Anak Melihat Hantu

Jangan Dulu Panik, Ini yang Harus Dilakukan Saat Anak Melihat Hantu
Apa yang harus dilakukan jika anak melihat hantu? (iStockphoto)

Kamu mungkin menganggap anakmu indigo atau berbohong saat mereka mengaku melihat hantu. Lalu orang tua harus bagaimana jika anak melihat hantu?

Inibaru.id – Kamu mungkin akan bergidik saat anakmu menanyakan sosok yang nggak bisa kamu lihat. Kebanyakan orang tua bakal ketakutan tanpa memberi penjelasan. Menghadapi situasi ini memang nggak gampang, tapi cobalah tetap tenang dan logis. Menurut Natalie Frank, Ph D, seorang psikolog klinis, anak-anak cenderung menggunakan imajinasi dan bermain pura-pura.

Fantasi menjadi bagian dominan dari dunia mereka sehingga sering nggak bisa membedakan antara fantasi dan kenyataan. Frank menuturkan, anak-anak di bawah usia 12 tahun memang sering salah mengira fantasi, penampilan, dan ilusi.

Namun, penelitian terbaru mengungkapkan bahwa anak berusia tiga tahun sebenarnya sudah bisa membedakan mana yang nyata dan nggak. 

Nah, yang mereka katakan sebagai hantu mungkin saja adalah kesalahan persepsi mereka. Peristiwa melihat hantu ini terjadi akibat aktivitas ledakan listrik yang berlebihan di otak. Lalu apa sih yang harus dilakukan ketika anak mengaku melihat hantu?

1. Jangan Panik

Jangan ikutan panik. (iStockphoto)
Jangan ikutan panik. (iStockphoto)

Sebagai orang tua, kamu nggak sepatutnya ikut panik. Jangan pula khawatir anak telah mengalami kejadian aneh atau pengalaman perseptual. Frank mengungkapkan bahwa anak-anak akan bilang melihat hantu jika mereka nggak dalam keadaan tertekan. Hal ini juga bisa jadi tanda perkembangan anak yang positif lo!

2. Jangan Menakuti

Jangan tekuti mereka dengan hantu. (iStockphoto)
Jangan tekuti mereka dengan hantu. (iStockphoto)

Jangan terbiasa menakuti anak dengan hantu agar mereka menurut. Hal tersebut dapat berdampak buruk yang mungkin nggak kamu sadari seperti ketakutan yang nggak beralasan seperti seakan-akan melihat hantu. Psikiater Dr Bess de Guia mengungkapkan, menakut-nakuti anak dengan sosok tertentu termasuk hantu bisa merusak psikis mereka dalam jangka panjang.

3. Tanyakan Sosok yang Dia Lihat

Ajak mereka ngobrol. (Diredonna.it)
Ajak mereka ngobrol. (Diredonna.it)

Ajak anak ngobrol tentang apa yang baru saja mereka lihat. Bagaimana wujudnya, apa yang mereka lakukan, dan kapan biasanya mereka melihatnya. Hal ini dapat membantumu mengetahui apa tujuan mereka mengatakannya karena ada anak yang berbohong demi mendapat perhatian.

4. Apakah Anak takut?

Tanyakan apakah mereka takut? (Gettyimages)
Tanyakan apakah mereka takut? (Gettyimages)

Kamu juga bisa menanyakan apakah anakmu takut atau suka melihat sosok tersebut? Jika takut, cari cara untuk mempersepsikan hantu tersebut menjadi ramah atau bahkan mengusirnya. Kamu mungkin yakin hal tersebut nggak nyata, namun kamu nggak perlu menyampaikannya pada anak. Mereka sangat yakin dengan apa yang mereka katakan.

5. Jangan Menyanggah

jangan menyanggah. (iStockphoto)
jangan menyanggah. (iStockphoto)

Mengatakan bahwa apa yang mereka katakan itu nggak nyata akan membuat mereka cenderung menyembunyikan pengalaman serupa di masa depan. Buat mereka yakin bahwa kamu percaya dengan apa yang mereka katakan.

Memang sebagai orang tua kamu boleh skeptis dengan pengalaman anak, termasuk ketika anak melihat hantu. Tetap hadapi semua dengan logis dan bijak ya, Millens! (Hai/IB27/E05)