Jangan Coba-Coba, Obat Pencahar Nggak Aman Buat Diet

Jangan Coba-Coba, Obat Pencahar Nggak Aman Buat Diet
Obat pencahar nggak aman buat diet. (Aska-la)

Obat pencahar digunakan untuk mengatasi sembelit atau konstipasi. Namun, sebagian orang meminum obat pencahar untuk diet.

Inibaru.id – Saat mengalami konstipasi, seseorang biasanya langsung memilih untuk meminum obat pencahar. Beberapa saat setelah meminum obat tersebut, mereka akan merasa lega karena bisa buang air besar sekaligus perut merasa lebih ringan. Hal inilah yang membuat beberapa orang juga meminum obat pencahar untuk diet.

Bila ditilik lagi, obat pencahar hanya berfungsi untuk melumasi tinja dan merangsang usus untuk segera dibersihkan. Jadi, obat pencahar cuma menghilangkan air dan kotoran, bukan lemak. Dari sini, sudah bisa diambil kesimpulan logis kalau obat ini nggak efektif menurunkan berat badan.

“Anda mungkin berpikir Anda kehilangan berat badan karena Anda merasakan perut yang lebih ringan, tetapi Anda tidak membakar kalori atau menghilangkan lemak, jadi penurunan berat badan itu bersifat sementara dan tidak nyata,” kata seorang gastroenterologis di Drexel Medicine Neilanjan Nandi dilansir dari laman Medcom, Senin (25/3/2019).

Memang sih setelah meminum obat pencahar, tubuhmu akan lebih ringan dan perutmu kembali normal. Namun, hal itu justru bisa memicu dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit. Padahal, hidrasi merupakan kunci penurunan berat badan yang tepat. Kamu perlu mengingat, tubuh membutuhkan air yang cukup agar sel, jantung, dan otot berfungsi dengan baik.

“Pada saat makanan telah terbentuk menjadi feses, kalori dan lemak yang ada di dalamnya telah disimpan dalam tubuh,” ujar Dr Nandi.

So, simpulannya adalah obat pencahar bukan pilihan yang tepat untuk diet. Gunakan obat pencahar pada kasus konstipasi atau sembelit saja, ya, Millens. (IB24/E04)